Senja di Kebun Kapulaga

“Kau akan segera tahu bagaimana kematian menghampiri anakmu.”

Angin sore berkesiutan menggoyang dahan dan dedaunan. Tubuh Surayut menggigil dan mulai berkelejotan. Ia kini dibopong suaminya.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

“Seperti ini … pula ka..u bu…nuh anak..ku?”

Lelaki itu tertawa.

“Un…tuk a… pa?” desis Surayut.

Lelaki itu melempar tubuh Surayut ke tengah rimbun batang-batang kapulaga. Menimbunnya dengan daun dan dahan-dahan tanaman obat itu serta beberapa helai pelepah pisang.

Baca Juga:   Cerita Tiga Butir Padi

“Kau kira apa untungnya aku menikahimu, perempuan tua, kalau semua hartamu kau habiskan untuk berobat dan menyekolahkan anakmu?”

Harjo beringsut ke dangau, meninggalkan mayat perempuan yang pernah dia nikahi itu. Dia menyeringai. Hamparan kapulaga yang menyimpan banyak harta itu akan menjadi miliknya. Dia kemudian pergi, meninggalkan asap rokok serta mayat itu di rimbun dedaunan.

One Reply to “Senja di Kebun Kapulaga”

Tinggalkan Balasan