Menyelami Filsafat Teologi Al-Kindi

Khusus di bidang filsafat, semula Al-Kindi tidak menemukan zauq (rasa) pengetahuan ini sebelum benar-benar terjun langsung dan menyelaminya sendiri. Namun pada akhirnya, Al-Kindi mengakui bahwa puncak pengetahuan adalah filsafat. Sementara dari sekian bahasan filsafat, filsafat ketuhanan (falsafah rabbaniyah) merupakan yang paling tinggi.

Masih menurut Al-Kindi, epistimologi pengetahuan ada tiga, yaitu indrawi (hissy), rasional (hakiki), dan illuminasi (iraqy). Yang pertama merupakan pengetahuan yang bersifat panca indera, hanya dapat dirasakan oleh alat-alat indera manusia. Pengetahuan ini menimbulkan banyak keraguan karena panca indera kita sangat terbatas.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Sedangkan, yang kedua, rasional, merupakan pengetahuan yang dapat dinalar oleh logika kemanusiaan. Pengetahuan ini memiliki konsep kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga nilai rasionalis dalam sebuah pengetahuan dapat dijadikan dasar dalam berbagai interaksi sosial. Akan tetapi kerasionalan (akal) manusia juga dibatasi oleh jangkauan logika kebenaran hakiki atau absolut.

Baca Juga:   "Menggugat" Budaya To'petto'

Sedangkan yang ketiga, illuminasi (iraqy) adalah pengetahuan hakiki yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu dan terkhusus, yang sudah begitu dekat (taqarrub) kepada Tuhan. Kedekatan ini akan memunculkan ilham dan firasat kebenaran yang dapat menjadi dasar pengetahuan yang sesungguhnya, dan sebenar-benarnya. Ilham atau firasat adalah puncak pengetahuan yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang khusus dan tertentu.

Konsep Teologi Al-Kindi

Khusus kepada konsep filsafat teologi Al-Kindi, dijelaskan di dalam Kitab Baina al-Din wal al-Falsafati, halaman 51, bahwa agama (Islam) itu sendiri tidak menyelisihi filsafat. Bahkan antara agama dan filsafat saling memberikan perannya sendiri. Karena pengetahuan segala hal dengan kebenarannya merupakan pengetahuan Tuhan (Ilmu al-Rububiyyah), pengetahuan keesaan (Ilmu al-Wahdaniyyah), dan pengetahuan keutamaan atau kemuliaan (Ilmu Al-Fadhilah).

Melansir dari Stanford Encyclopedia, karya Al-Kindi yang paling penting adalah On First Philosophy. Itu adalah ‘filsafat pertama’ atau metafisika, studi tentang Tuhan. Al-Kindi secara erat mengaitkan keberadaan dengan kebenaran. Baginya, mengatakan bahwa Tuhan adalah penyebab semua kebenaran sama dengan mengatakan bahwa Tuhan adalah penyebab semua makhluk.

Tinggalkan Balasan