Menyelami Filsafat Teologi Al-Kindi

Al-Kindi menjelaskan bahwa wujud Tuhan adalah eksistensi absolud dan hakikat. Sementara, eksistensi makhluk adalah wujud majazi yang keberadaannya disebabkan karena adanya wujud hakiki. Segala benda selain wujud (Tuhan) adalah ketiadaan atau keberadaan majazi yang disandarkan kepada hakikat wujud (eksistensi absolutly).

Tuhan dalam filsafat al-Kindi tidak memiliki hakikat dalam arti an-niyah maupun ma’hiyyah. Tuhan bukanlah benda, dan tidak termasuk benda yang ada di alam. Ia pencipta alam. Ia tidak tersusun dari materi dan bentuk. Tuhan juga tidak mempunyai hakikat dalam bentuk ma’hiyah, karena Tuhan bukan merupakan genus atau spesies. Tuhan hanya satu, tidak ada yang serupa dengan-Nya. Ia adalah unik, ia adalah Yang Benar Pertama (al-Haqq al-awal) dan yang Maha Benar (al-Haqq al-wahid). Ia hanya satu dan semata-mata satu. Selain dia mengandung arti banyak.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Ketuhanan dan Hakikat Kebenaran

Baca Juga:   Beragama Tanpa Etika Bisa Jadi Pengacau dan Perusuh

Kebenaran adalah sesuainya apa yang ada dalam akal dengan apa yang ada diluar akal. Di alam ini terdapat benda-benda yang dapat ditangkap dengan panca indera yang merupakan juz’iyyat yang tiada terhingga itu. Akan tetapi yang terpenting adalah hakikat yang terdapat di dalam juz’iyyat itu, yaitu kulliyyat, atau universal, definitif.

Tiap benda mempunyai dua hakikat. Pertama, hakikat sebagai jaz’iyy yang disebut an-niya. Kedua, hakikat sebagai kulliyah yang disebut ma’hiyah, yaitu hakikat yang bersifat universal dalam bentuk genus dan spesies. Itulah hakikat dari kebenaran universal yang menjadi konsep kebenaran Al-Kindi. Dalam beberapa konsep, Al-Kindi mengikuti filsafat Aristoteles termasuk dalam istilah yang digunakan. Namun, Al-Kindi memberi warna baru dalam kaitannya dengan Islam. Sehingga Al-Kindi menjadi pelopor utama dalam konsep filsafat Islam.

Baca Juga:   Membaca Proses Kenabian dan Kerasulan Muhammad (7-habis)

Selaras dengan konsep Al-Quran, bahwa dialogis ketuhanan filsafat Al-Kindi adalah hakikat kebenaran mutlak, yaitu al-Wujudul Awwal atau eksistensi puncak, Allah swt. Di dalam Al-Quran dijelaskan, “Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Hadid: 3). Al-Kindi menjelaskan bahwa konsep filsafat Islam merupakan pokok ajaran yang harus dipahami oleh setiap orang Islam. Sebab dengan memahami filsafat Islam yang benar kita akan menyelami hakikat Tuhan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan