duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Yang Keramat, yang Melawan Ortodoksi

Membaca buku Wali Berandal Tanah Jawa ini, yang dalam edisi Inggris berjudul Bandit Saints of Java dan diberi anak judul How Java’s Eccentric Saints are Challenging Fundamentalist Islam in Modern Indonesia, kita tahu bahwa tradisi ziarah berwajah kompleks.

Baca Juga:   “A Poet of the Invisible World”: Fiksi Gay Berlatar Kehidupan Sufi

Tradisi ziarah ke situs-situs bersejarah, dalam hal ini makam-makam keramat misalnya, tak melulu soal menghormati dan belajar dari tempat-tempat dan tokoh-tokoh sejarah, tak melulu soal berdoa dan meminta doa di situs-situs keramat, juga tak melulu soal ikhtiar mendekatkan diri kepada yang ilahiah melalui wasilah.

Advertisements
Cak Tarno

Tradisi ziarah, terutama di Tanah Jawa dengan latar historisnya, ternyata merupakan sebentuk perlawanan terhadap dominasi ortodoksi agama. Ragam agama yang pakem, yang baku, yang ortodoks, yang bisa dibaca sebagai syariah an sich yang imperatif hitam-putih-halal-haram, yang datang dari negeri Timur Tengah yang jauh, dianggap tak cukup mewadahi “keintiman manusia dengan Sang Pencipnya”.

Baca Juga:   Innalillahi, Kiai Muda Batang Tutup Usia

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan