Wajah Madura dalam Karya Muna

1/
Muna Masyari adalah salah satu perempuan Madura yang mencoba menembus sekat-sekat kebudayaan patriarki lewat dunia literasi. Pendidikan tidak meluluh ada di ruang kelas, gedung-gedung bertingkat, dan kemacetan kota.

Itulah yang Muna rasakan dan lakoni sejak kecil. Perempuan yang lahir dan dibesarkan dengan keterbatasan ekonomi di kampung pedalaman, dan hanya mampu menyelesaikan pendidikan formal di tingkat sekolah dasar (SD).

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Namun, dengan kegigihan dan keuletan membaca dan menulis, akhirnya cerpen-cerpen Muna Mansyari nangkring di berbagai media nasional: Jawa Pos, Kompas, Tempo, dan media-media lainnya. Cerpen Kasur Tanah Muna Masyari menjadi Cerpen Terbaik Pilihan Kompas 2017.

Pada 2019, untuk pertama kali, Muna menebitkan kumpulan cerpen Martabat Kematian. Menjelang satu tahun berikutnya, kumpulan cerpen Rokat Tase’ menyusul menjadi koleksi di rak-rak buku pecinta karya sastra.

Baca Juga:   Urgensi Pesantren dalam Pembelajaran

Muna dalam karya-karyanya sering memotret kehidupan sosial masyarakat Madura, tempat ia lahir dan dibesarkan. Dengan tema-tema lokalitas itu, akhirnya Muna dicatat dalam daftar perempuan yang menggugat Madura dengan karya sastra, yaitu cerpen.

Dalam pandangan Muna, Madura bukan hanya latar peristiwa, tetapi benar-benar menjadi subject-matter, yang digugat, dikaji, ditafsiri ulang oleh penulisnya. Inilah Madura yang dihadirkan dalam cerpen-cerpen Muna Masyari.

Baru-baru ini, wajah Muna kembali berada di halaman depan harian Jawa Pos. Kumpulan cerpennya dengan judul Martabat Kematian dinobatkan sebagai karya sastra terbaik Indonesia dalam Anugerah Sastra Sutasoma Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:   Pesantren Salaf Hari Ini

Muna yang setiap harinya sibuk dengan bekerja menjadi penjahit di kampung, melakoni posisi seorang istri seperti kebanyakan perempuan lain di Madura; tentu hal itu tidak menjadi alasan untuk berhenti berkarya.

Membaca cerpen-cerpen Muna, kita seakan diajak untuk bertamasya dalam kehidupan sosial masyarakat Madura. Di mana Muna memotret dari sudut pandang agama dan sosio-kultural. Hal ini bisa kita temukan dalam setiap karya Muna.

Tinggalkan Balasan