SULUK SANTRI

SULUK SANTRI

seandainya ada kidung yang dapat
menunda kelaparan
aku akan meminjam suara
pada suling anak gembala.

Advertisements
Cak Tarno

dengan mata rindu,
kulihat wajah ibu
bergeming di halaman kitab kuning,
harkat-harkatnya gugur
pada genang air mata.

tuhan, jika jarum jam
dipatahkan penantian,
masih adakah pertemuan
membayar segala kekangenan?

Cabeyan, Juli 2021.

MAZMUR SEBIDANG PULAU
:madura
1/
benar. sebuah riak sudah diantarkan ombak
ke bibir pasir, untuk bersenggama dengan
ketam yang telah lama dirajam kerinduan
ketika angin segara gemetar di bendera kapal tua.

Baca Juga:   MATA PENYAIR

dan sebulat bulan sudah menyingsing dari balik
ubun-ubun laut. pelabuhan pun sunyi dari camar.
tapi tembang rindu setia mengadu-menggerutu
dari paru-paru dadali putih di atas sampan bertemali.

Gusti, dalam penulisan mazmur ini jagatku berusaha sunyi
membanting segala nyanyi ke luar nurani;
“Semoga kubertemu Khidir di malam sesunyi ini.”

2/
tak ada. tak ada lagi yang setia berzikir kecuali
lambai daun-daun siwalan di pangkuan harapan
pengerat mayang siwalan. dan dengan segenap
getar rindu yang ada, kita menikmati lagi gamelan mati.

Baca Juga:   MEMOAR MAJNUN

:menghidupkan kembali gending di punggung musim,
lalu menyanyikan lagu hujan, biar tanah tak lagi kerontang
hingga kembang-kembang —buncis-jagung—

mekar dengan segar.

Pulau Poterran, April 2020.

GAGAL MEMBACA SEGARA

saat membaca segara dari jidat pulau
suara sumbang dan parau
terbanting ke jantung sunyi,

dan pada bait yang kesekian,
kalimat gelombang kubaca berulang-ulang
tersebab kepada degubnyalah
kulumatkan segala nestapa yang ada.

mataku berselimut kabut
hingga tak dapat kutahu
laut yang sedang kubaca
pasang atau surut.

hanya telingaku yang dapat menampung

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan