duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Rumah Impian

Di sini mula berkisah, Pak Giman yang fakir bersanding istri yang shabir, jauh dari mimpi besar yang senantiasa bergulir. Cobaan, bagi mereka yang tinggi iman tentu sangat besar, ibarat semakin pohon menjulang semakin kencang pula angin menerpa. Terlebih, dalam kehidupan rumah tangga. Cobaan istri penuntut, untuk suami yang sabar bersambut. Suami fakir, tentu juga menjadi cobaan istri yang legawa nrima wujud penerimaan takdir. Pun, kefakiran suami dilengkapi dengan kesabaran istri, menjadi sebuah anugerah tiada kira, bagi Pak Giman.

Baca Juga:   Kiai Syamsul Meninggalkan Banyak Kemajuan

Pak Giman hanya buruh tani. Menggarap tanah orang lain. Menanam benih, merawat tanaman, memupuk-mengairi, hingga memanen bukan untuk dirinya sendiri, namun hasil melimpah untuk juragan, sang pemilik tanah. Pak Giman telah bekerja keras berpuluh tahun. Menanami hingga memanen bak tanah milik pribadi. Meski ia sadar, bahwa nyata penikmat terbesar bukan untuknya, tapi sang pemilik modal.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Musik dan Hal-hal Ilahiah Lainnya

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan