duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Refleksi Santri di Hari Santri

Salah satu komponen perebut kemerdekaan, sekaligus yang mempertahankannya adalah para santri, ulama, dan kaum muslim secara umum. Kita tidak menafikan dari komponen bangsa lainnya, seperti kaum nasionalis dan umat di luar Islam. Seluruh komponen bangsa bahu membahu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Namun demikian, pun kita jangan sampai abai dengan kaum sarungan (santri, ustadz, dan ulama) yang juga ikut andil dalam kemerdekaan. Alhamdulillah, Hari Santri adalah salah satu bentuk kesadaran pemerintah bahwa eksistensi pesantren mempunyai peran signifikan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Makna Hari Santri

Advertisements
Cak Tarno

Sebagimana dijelaskan di atas, bahwa Hari Santri Nasional (HSN) didasarkan atas resolusi jihad, maka perjuangan (jihad) itu tidak berakhir pada saat proklamasi kemerdekaan. Tetapi masyarakat santri harus tetap berjuang dalam mengisi kemerdekaan ini dengan langkah positif. Membangun semangat patriotis adalah sebuah kewajiban. Sebab, makna Hari Santri harus sejalan dengan jiwa santri. Mandiri, pantang putus asa, berkomitmen, semangat, dan rendah hati. Jiwa kepesantrenan harus terus dijaga hingga batas waktu yang tidak berakhir. Selalu bersedia mengorbankan segalanya demi menjaga kemerdekaan dan berjuang demi pembangunan.

Baca Juga:   Virus Corona, Bagaimana Santri Harus Bersikap?

Sebagaimana yang diisyaratkan oleh WR Supratman dalam lagu Indonesia Raya; “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.” Ada keseimbangan membangun jiwa dan raga. Jiwa sebagai unsur batiniyah harus dibangun atas kesadaran hakiki yang berkeadilan. Di dalam pemerintahan, jiwa adalah perundangan-undangan yang harus berpihak kepada rakyat. Badan/raga sebagai unsur kasat mata, adalah berupa pembangunan tubuh kita sendiri dan juga pembangunan lainnya sebagai sarana dan prasarana pembangunan. Jika antara jiwa dan raga berada dalam bentuk keseimbangan performa, maka negara dan bangsa Indonesai berada pada kemakmuran dan keadilan. Bangsa Indonesia akan mengalamai kedamaian yang sesungguhnya.

Baca Juga:   Kemanusiaan dan Pluralisme

Halaman: First ← Previous 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan