Hari Santri, Al-Hikam Gelar Diklat Penulisan

Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2020, Pondok Pesanten Al Hikam Malang, Jawa Timur, menggelar Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Berbasis Korpus Bahasa dan Cerita Pendek (Cerpen). Kegiatan terlaksana atas kerja sama dengan Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Perayaan Hari Santri Pondok Pesanten Al Hikam Malang dilaksanakan dengan sederhana, hanya dengan pelatihan dan pendampingan penulisan, karena masih dalam suasana pandemi Covid-19. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan penulisan ini pun dilakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Meski sederhana, menurut pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang KH Mohammad Nafi’, kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi para santri. Selain menambah keterampilan santri mahasiswa, katanya, kegiatan ini juga diperlukan dalam rangka menyambut perubahan zaman yang berbasis teknologi informasi. “Sangat diperlukan untuk santri, dan perlu diadakan lagi,” ungkap KH Mohammad Nafi’ seperti dikutip kumparan, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga:   Ketika 22 November 2006

Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan (Cerpen) dilaksanakan dalam dua sesi. Pada sesi pertama, santri Al-Hikam mendapatkan materi penulisan karya tulis ilmiah berbasis korpus bahasa. Sesi ini diisi oleh Dr Didin Widyartono. Didin menyampaikan materi tentang dasar-dasar menulis karya tulis ilmiah.

Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya menuliskan rujukan dan sitasi pada penulisan karya ilmiah. Untuk mempermudah dalam menulis sebuah artikel, katanya, salah satu solusinya adalah menggunakan metode korpus bahasa.

Baca Juga:   Keren, Santri Mojokerto Ikut Festival Film Indie

Sementara itu, dosen Jurusan Sastra Indonesia FS UM Febri Taufiqurrahman, kepada santri memperkenalkan metode korpus bahasa. Dengan menggunakan alat pengolah data korpus bahasa, maka para santri dapat dengan mudah mencari data yang akan digunakan dalam menulis sebuah artikel.

Pada sesi berikutnya, para santri juga memperoleh materi penulisan cerpen. Sesi ini diisi oleh Dr Karkono. Materinya meliputi teknik membuat judul, teknik membuka dan mengakhiri cerpen, mengolah ide, dan penggunaan bahasa dalam cerpen. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan sampai para santri bisa menghasilkan karya tulis yang siap untuk diterbitkan.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan