Zikir Daun Siwalan

Tatapan warga ditenggelamkannya pada suatu peristiwa sepuluh tahun silam—ketika suaminya diarak warga di tengah lapangan dengan dada telanjang. Tak kuasa perempuan itu mengingat bagaimana sakitnya sang suami mengerang kesakitan ketika batu-batu besar dan balok kayu menghujani punggungnya. Mereka dirasuki kebencian yang telah merampas rasa kemanusiannya.

”Kita bunuh saja. Lama kelamaan barang kita bisa habis dicuri.”

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

“Saya tidak mencuri, Pak. Saya hanya mencari rongsokan.”

“Mana ada pemulung mencari barang bekas sampai larut malam seperti ini.” Gertak warga tak percaya.

Nampaknya, di mata warga, sang suami masih dicap sebagai pencuri. Ketulusan sang suami hijrah dari dunia suram tak mempan meluluhkan hati warga bahwa ia telah bertaubat. Kerap kali ia dikucilkan dan diolok-olok ketika hendak ke musala. Tak satupun warga yang sudi menerima suaminya untuk ikut salat berjemaah.

Baca Juga:   Pulang

Derita hidup setelah insaf sebagai pencuri datang silih berganti menguji kesabarannya. Sepanjang deretan toko, sampai ke pasar tak ada warga yang menerimanya untuk sekadar dijadikan pengangkut barang. Menjalani kerasnya hidup di jalan yang lurus kerap menumbuhkan benih-benih keresahan untuk kembali mencuri. Namun ia menepisnya dengan kalimat istighfar. Hingga pilihan terakhir jatuh pada keputusan untuk memulung.

Apalah daya, setelah seharian memulung, justru ujian lain datang, ia dituduh hendak mencuri ketika mengais barang bekas di depan toko. Berbondong-bondong warga mengaraknya. Dipukul, diseret, dicaci, dan diusir dari kampung.

Baca Juga:   Jalan Bagus

“Mengapa hati kalian begitu keras untuk membuka pintu maaf untuknya?” pecah tangis perempuan itu di tengah warga yang terenyuh mengenang kisah itu.

Perempuan itu kembali berucap, “Dia kerap menangis ketika membaca syair zikir itu. Hari-harinya tak tenang menyesali segala perbuatannya. Masihkah kalian menutup pintu maaf untuknya?” Bergetar tangannya menunjuk sebatang siwalan tempat suaminya menyairkan zikir itu menjelang petang.

Tinggalkan Balasan