Zikir Daun Siwalan

Angin kandas di pelukan daun ilalang, mencipta keheningan di antara jiwa-jiwa yang kehilangan. Ketika hati warga terseret semakin dalam ke lembah kesedihan, tiba-tiba zikir daun siwalan itu kembali terdengar. Berpijaklah langkah mereka mengikuti dari mana sumber suara itu datang. Di atas ketinggian, sambil menatap deretan pohon siwalan, mengalirlah berjuta harapan akan hadirnya sosok pelantun zikir itu. Sangat ingin mereka mencium tangannya—mengajaknya turun dari atas bukit agar menuntaskan syair zikir indah itu di musala.

Jauh di balik bukit Garincang, langkah warga terhenti di tengah hamparan padang ilalang. Suara itu tiba-tiba kembali lenyap. Hanya terdengar keresak daun siwalan diempas angin. Ke mana lagi mereka harus mencari.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

“Sedang apa kalian di sini?” tanya seorang perempuan berwajah sayu dengan raut wajah mengerut memandangi warga.

Baca Juga:   Si Tua “Pembohong”

“Kami sedang mencari pelantun zikir daun siwalan,” ujar seorang warga sambil menyapu pipinya yang lembab.

“Untuk apa dicari? Bukankah kalian sendiri yang dulu mengusirnya dari kampung.”

Mendenger kata itu kening warga mengerut, tersirat kebingungan yang teramat dalam.

“Kami tak pernah melakukan itu. Justru kami saling jaga satu sama lain,” seorang warga berdalih.

Dibiarkannya warga berkelana dengan kebingungannya. Perempuan itu menjauh, menuju pusara yang ditumbuhi rumput-ruput liar di dekat pohon mataba. Tangannya begitu cekatan membersihkan daun dan patahan reranting di atas makam kusam dan layu itu. Nisan di pusara itu begitu datar tanpa ukiran dan lekukan pahatan sebuah nama.

Baca Juga:   Misteri Kemenyan

Setiap tangannya menggenggam bunga, perempuan itu terlebih dahulu menciumnya, menghirup berjuta kenangan pada setiap kelopak bunga dalam keranjang sebelum akhirnya diletakkan pada tanah kerontang di atas pusara. Tak lama, warga kembali mendekatinya. Ketika seorang warga hendak bersuara, perempuan itu lebih dulu mengambil kata-kataya—berkisah tentang suatu peristiwa.

Tinggalkan Balasan