duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Saridin, Kisah Wali “Mbalelo” dari Pati

Ketika menyusuri daerah pesisir utara Pulau Jawa, kita akan disajikan berbagai budaya khas kawasan Pantai Utara (Pantura), yang kebetulan salah satu daerahnya adalah Kabupaten Pati di Jawa Tengah. Pati memiliki identitas yang terkenal, yakni daerah yang dijuluki “Kota Seribu Dukun”. Dari julukan itu kemudian banyak melahirkan ruang-ruang unik untuk dikulik, mulai dari ketoprak (budaya khas Pantura sejenis wayang wong), tari-tarian tayub, dangdut koplo, sampai keunikan masyarakatnya.

Baca Juga:   MEMBACA HUJAN

Mengiringi sejarah perkembangan Pati adalah cerita tentang seorang tokoh yang dikenal dengan nama Saridin atau Syekh Jangkung. Kisah tokoh yang juga disebut-sebut dalam Babad Tanah Jawa ini hidup pada medio abad ke-16. Banyak hal menarik yang bisa dikaji secara intens tentang kisah Saridin ini.

Advertisements
Cak Tarno

Jika mengacu pada pembabakan Tutur Tinular yang ada, Saridin disebut-sebut sebagai putra salah seorang Wali Songo, yaitu Sunan Muria (dari istri Dewi Samaran). Sehingga, lingkup kehidupan beliau masih dalam skup yang sama bersama para wali-wali masyhur Tanah Jawa. Namun, dalam kondisi saat itu, Saridin memiliki posisi yang berbeda. Beliau bisa dikategorisasikan sebagai “wali  marjinal”, yang kesaktiannya di luar batas nalar normal para sakti saat itu: kehidupan mbalelo (menentang arus) dan habitus di luar pakem.

Baca Juga:   Kharisma Abah Falak dan Pondok Pagentongan

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan