duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Santri dan Kontroversi Karikatur Nabi

Penerbitan kembali karikatur Nabi Muhammad di Majalah Charlie Hebdo yang berkedudukan di Prancis menyulut kemarahan masyarakat Islam dunia. Dalam tradisi Islam, memvisualisasi sosok Nabi adalah perbuatan yang dilarang. Mereka tidak mengambil pelajaran terhadap tragedi sebelumnya yang memakan banyak korban atas penghinaan ini. Meskipun berlindung di balik kebebasan berekspresi, karena hal ini sebagai implikasi dari sebuah nilai religi, maka perbuatan Charlei Hebdo tetap dinilai bodoh dan menyesatkan.

Baca Juga:   Menjadi Intelektual Muda NU yang Jernih dan Menjernihkan

Sebagai seorang santri, kita perlu memberikan wacana atas gagasan yang tidak biasa untuk meluruskan persoalan dan diarahkan agar tragedi ini tidak terulang kembali. Sebab, tidak saja menimbulkan banyak korban, demonstrasi di mana-mana, ataupun saling curiga, tetapi perbuatan majalah satir ini telah menimbulkan gejolak dan ketegangan dunia.

Advertisements
Cak Tarno

Sebagai santri kita punya kapasitas untuk menelaah sekaligus membahas masalah ini, karena dunia pesantren dari awal sudah paham bahwa melukis (wajah) Nabi termasuk perbuatan yang melanggar ajaran Islam, dan itu diharamkan. Dengan demikian, melukis wajah Nabi sama halnya menghina simbol suatu agama yang harus dihindari.

Baca Juga:   Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Santri

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan