Pondok Ramadan di Tarbiyatul Banat

430 kali dibaca

Pada bulan Ramadan kali ini, terhitung sejak hari Ahad, tanggal 1 Ramadan atau tanggal 2 April, sampai hari ini Senin, tanggal 24 Ramadan 1443 Hijriyah atau 25 April 2022 Masehi, Pondok Pesantren Tarbiyatul Banat, mengadakan pondok ramadan.

Hal ini sebagai alternatif pembelajaran karena sekolah formal diliburkan. Oleh karena itu, pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Banat Kiai Ali Faruq mewajibkan para santri yang mukim dan yang kalong untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pondok ramadan yang secara rutin diadakan setiap tahun selama Ramadan. Namun, pondok ramadan hanya diwajibkan untuk santri kelas 6 MI sampai kelas 3 MA.

Advertisements

Selama pondok ramadan, para santri diwajibkan memasak sendiri untuk menu berbuka dan sahur, alias tidak boleh membeli di warung atau di kantin. Tujuannya mendidik santri agar terbiasa hidup mandiri. Mereka juga diizinkan berbelanja sendiri menu berbuka dan sahur ke pasar tradisional yang dekat dengan pondok yang berjarak sekitar 2 kilometeran.

Baca juga:   Santri Kendal Belajar Aeromodeling

Beberapa rangkaian kegiatan pondok ramadan telah terjadwal dengan rapi, dan santri diwajibkan untuk mengikutinya. Di antara jadwal kegiatan tersebut adlaah kewajiban mengikuti salat berjemaah lima waktu dan salat sunah tarawih. Pada pagi hari setelah salat berjemaah subuh, santri melakukan tadarus Al-Quran. Kemudian dilanjutkan dengan ngaji kitab dan kursus-kursus.

Beberapa jadwal kursus, yaitu kursus nahu, bahasa Arab, kursus komputer, dan kursus bahasa Inggris. Kursus nahu diajarkan oleh ustazah Mamluah, kursus bahasa Arab diajarkan oleh ustazah Lanatul Muyassaroh, kursus komputer diajarkan oleh ustazah Mutimmatul Elliyah, dan kursus bahasa Inggris diajarkan oleh ustaz Ramdan.

Baca juga:   Santri dari Zona Merah Dikarantina di Pondok

Selain beberapa kursus tersebut, para santri juga diwajibkan mengikuti pengajian kitab kuning, seperti ngaji kitab tafsir, kitab Uqud Lujain, dan kitab Nashaihul Ibad. Ngaji kitab tafsir diampu oleh Kiai Mahdi Nur, kitab Uqud Lujain oleh Kiai Ali Faruq, dan kitab Nashaihul Ibad oleh Nyai Nuria Ulfah.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan