Melawan Ekstremisme Islam di Media Sosial

Beberapa pekan terakhir, umat muslim di Indonesia selalu dibuat gaduh dengan peristiwa maupun narasi yang intoleran. Misalnya, narasi penodaan agama oleh seorang ustaz, yang mengatakan syariat agama Islam hanya bentuk pembodohan dari kitab kuning. Lalu, ada peristiwa persekui minoritas: Jamaah Ahmadiyah di Sintang. Setelah peristiwa persekusi mereda, muncul narasi sepihak dari seorang ustaz yang mengharamkan berkunjung ke Candi Borobudur karena dianggap mengakui keyakinan mereka, dalam hal ini kaitanya umat Budha. Bak ombak pasang, kemarin, ketika viral video para santri penghafal Al-Quran menutup telinga karena mendengar musik, narasi intoleran yang naik kembali membikin gaduh.

Jika kita amati seksama, hampir segala narasi intoleran tersebut bersumber dari paham Islam ekstremis. Lantas narasi-narasi intoleran tersebut viral di media sosial yang berujung digoreng dan dimanfaatkan sebagian pihak. Hal ini menjadi lebih parah, karena mereka yang berpaham ekstremis dengan semangat yang meluap-luap atas obsesi “memurnikan syariat” itu seringkali mencederai rahmat kebersamaan dan keIslaman itu sendiri.

Advertisements
Cak Tarno

Di masjid-masjid mereka, dalam acara kelompoknya, semua hal dihukumi dengan sepihak. Apalagi kalau tidak berkutat pada lintasan fikih yang stagnan: halal-haram. Dalihnya tentu menyalahi atau tidak ada dalam Al-Quran dan Sunnah, katanya. Tenggorokan mereka lantang menyuarakan jargon kembali ke Al-Quran dan sunnah yang suci, tetapi, nyatanya umat dan entitas bangsa ini melihat mereka sebagai salah satu biang kerok gesekan tensi kerukunan beragama, berbangsa, dan bernegara.

Baca Juga:   Tradisi Ngaji Kilatan di Pesantren

Islam Moderat Vs Islam Ekstremis

Islam yang dibawa dan diajarkan oleh Wali Songo hari ini menjadi pemahaman Islam yang terus terawat dengan baik. Termasuk, paham moderat yang diajarkan oleh para Wali Songo. Bagaimana ber-Islam secara baik dan menghormati siapa pun yang ada di lingkungan kita, sekalipun berbeda paham.

Paham-paham Islam moderat tersebut hari ini sebagian besar direpresentasikan oleh ulama-ulama Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dan kita tahu akan fakta ini. Ulama-ulama yang menjadi obor di tengah kegelapan dan kebingungan umat. Ulama-ulama yang berkontribusi dengan sepenuh hati untuk membimbing, menjaga, dan merawat umat Islam di Indonesia ini, yang berhilir pada terbentuknya kontruksi muslim moderat.

Baca Juga:   Filosofi Sarung

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan