Melawan Ekstremisme Islam di Media Sosial

Namun, ada yang cukup menggelikan, karena konteks pendekatan yang dilakukan oleh muslim yang berpaham ekstremis hari ini sudah berkamuflase. Di mana, yang pada awalnya memiliki jarak yang jauh dengan budaya modern dan humanisme, sekarang sudah mulai menjawil ranah tersebut. Mereka paham, karena cara tersebut dapat menggaet banyak perhatian dan simpatisan umat yang awam.

Namun begitu, tidak ada perubahan, basis dan pendekatan utama mereka adalah pada ranah media sosial (IPTEK). Yang jika diejawantahkan, kamuflase pada pendekatan budaya fokus menggaet umat yang awam: orang-orang dewasa, dan pendeketan media sosial untuk menggaet kalangan milenial, yang acap kali mempelajari agama melalui media sosial; seperti Google, YouTube, Instagram, dan sejenisnya.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Pendekatan melalui media sosial memang sangat cepat dalam menggaet perhatian dan simpatisan, mengingat ketergantungan kalangan milenial sangat tinggi, dan yang hari ini, orang-orang dewasa mulai terjebak pada ranah tersebut. Singkatnya, kedua pendekatan ini mulai dikolaborasikan: pendekatan budaya melalui ranah media sosial. Hasilnya? Banyak sekali yang terperangkap dan merasa nyaman. Kalangan milenial dan orang-orang dewasa, menganggap muslim yang berpaham esktremis ini sebagai kelompok yang tegas, kaitannya dalam fatwa dan penyikapan isu-isu. Padahal tidak. Sejatinya itu adalah bentuk kesembronoan.

Baca Juga:   SAJAK-SAJAK UNTUK PUTRI

Lantas, bagaimana cara jitu untuk melawanya? Potensi terbesar yang dapat dimaksimalkan adalah dengan meningkatkan kuantitas juga kualitas paham Islam moderat melalui ranah media sosial. Jika mereka bermain di lapangan informasi dan teknologi, ya kita harus masuk di lapangan yang sama untuk melawannya. Mengingat dari rangkaian peristiwa yang sudah disinggung, semuanya berangkat dari media sosial (digital). Dalam artian, orang-orang yang tersuntik doktrin ekstremis adalah orang-orang yang getol belajar agama memalui media sosial.

Tinggalkan Balasan