Mozaik Keilmuan Hauzah: Pesantren Versi Iran

1.754 kali dibaca

Awalnya, saya tahu nama “hauzah” setelah membaca buku berjudul Pesantren, Nalar dan Tradisi yang ditulis oleh Badrut Tamam (yang sekarang menjabat sebagai Bupati Pamekasan). Buku yang terbit sekitar enam tahun lalu itu kemudian membuka hasrat saya untuk sedikit mengulasnya kembali, termasuk perbandingannya dengan pesantren. Lebih-lebih, di akhir tulisan, Badrut Tamam bertanya kepada pembaca tentang apa yang bisa dicontoh dari hauzah?

Pesantren sejak dulu memang dikenal memiliki karakter tersendiri. Dengan ciri khasnya yang melekat, terlepas dari segala stigmasi dan pandangan orang luar, pesantren membuktikan eksistensinya mampu bertahan dan berkembang sampai sekarang. Bahkan, bisa dibilang sangat berhasil dalam menjadi pelopor pendidikan dan keilmuan di Indonesia.

Advertisements

Salah satu karakter yang paling lekat adalah sistem tradisional yang dianut. Meskipun, sekarang, bahkan jauh sebelum ini, tipologi pesantren sudah terbagi demikian beragam. Yakni, pesantren salaf dan pesantren modern atau perpaduan keduanya. Namun, patut diamini, sistem tradisional (sedikit banyak) masih tetap ada, sebagai fondasi untuk membangun dan mempertakan karakter awal pesantren.

Baca juga:   Rabi'ah al-Adawiyah: Sufi dan Ratu Puisi Cinta

Rupanya, lembaga pendidikan yang telah lahir sejak era Kapitayan tersebut tidak hanya eksis di Indonesia. Diskursus keilmuannya dan corak yang sama (setidaknya nyaris) juga diterapkan di Iran, salah satu negara dengan masyarakat yang secara kuantitas banyak menganut Syiah.

Hauzah, sistem pendidikan yang sudah sejak lama lahir di Iran, bahkan masih eksis dan terkualifikasi hingga kini. Sama halnya dengan pesantren, hauzah berhasil mencetak masyarakat menjadi pribadi yang maju dalam disiplin ilmu masing-masing. Sehingga, tak ayal, lulusannya banyak menjadi cendekiawan, tokoh agama, filosof, dan lain-lain.

Baca juga:   NU dan Kemaslahatan Negara

Pendidikan yang satu ini rupanya memiliki pengaruh yang sangat besar. Kontribusinya dalam dunia keilmuan Iran bisa dikatakan persis dengan pesantren di Indonesia. Bukan hanya sebab sistemnya yang klasik dan berumur, disiplin keilmuan yang diangkat, mulanya, juga berfokus pada bidang ilmu agama.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan