duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

LDR yang Bikin Ambyar

Keringat berleleran di kening istriku. Tangannya memegang pengepel lantai. Dia bersikeras untuk membantuku membersihkan lantai dari sisa-sisa keramik yang baru selesai dipasang. Perempuan berumur dua puluh empat tahun itu tak menghiraukan laranganku. Bukan maksudku untuk memanjakannya, hanya saja aku tak ingin kesehatan kandungannya terganggu.

Baca Juga:   Nyai Solichah Wahid Hasyim dan Pendidikan Karakter

Ya, kami adalah pasangan suami-istri yang baru menikah beberapa bulan yang lalu. Dia baru saja lulus kuliah ketika kunikahi, sedangkan aku adalah seorang sopir perusahaan batu bara di Kalimantan yang sedang mengumpulkan modal untuk usaha. Ini adalah bagian dari cita-citaku; mengumpulkan uang selepas SMA untuk kemudian menikah dan menciptakan usaha. Kami membangun dua unit rumah kecil dengan beberapa kamar di dalamnya. Semuanya kuatur dengan model minimalis. Harapanku satu unit rumah kecil sebelah kiri akan bisa kukontrakkan setelah selesai dibangun nanti. Sementara ini uang yang kupunya hanya cukup untuk pembangunan rumah yang akan kami tempati. Beberapa hari lagi mungkin aku akan kembali ke Kalimantan untuk mencari modal.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Santri Belia Peraih Emas Pospenas 2019

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan