duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Panggil Aku Gus Parit (3)

Kampus sebagai saksi kami melaksanakan kewajiban. Kewajiban menuntut ilmu seperti yang tertuang dalam agama dan kewajiban taat mengikuti perintah orang tua. Kewajiban formalitas karena ikut-ikutan kuliah, takut lulus SMA bergelar “pengangguran”, ini menjadi tujuan utamaku. Kuliah adalah simbol prestisius bagi keluarga, apalagi yang masih dalam perkampungan, tentu menaikkan kasta di mata bunga desa idaman dan calon besan, apalagi dalam undangan pernikahan titel akan ditulis lengkap. Demikian Gus Parit temanku mengemukakan tujuannya. Kuliah berdasarkan innamal a’malu binniyat. Betul?

Baca Juga:   Panggil Aku Gus Parit... (2)

Faisal adalah aku, dan Gus Parit adalah karibku. Sahabat kental, lebih dari sedarah sepersusuan. Mafhum, kami dibesarkan tak pernah dipisah. Beda warna, beda rupa, dan beda rasa bukan aral untuk menjadi kombinasi, graffiti, atau mural kehidupan. Aku senang keseriusan, maka Gus Parit datang dengan joke-nya yang menyantaikan. Aku dalam kepanikan, maka Gus Parit bersedia menjadi Anton Chekov dengan mengatakan klimaks tragedi adalah komedi.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Garis Lucu Indonesia-Amerika

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan