Kiai Tawakkal dan Lautnya

Maryono terhenyak. Ia memikirkan sesuatu tapi sulit terbit dari mulutnya. Matanya beberapa kali membelalak dan tubuhnya berguncang pelan. Orang kampung dan gawagis Jagalan belum menyadari hal itu. Maryono masih bersitegang dengan pikiran dan tubuhnya sendiri. “Apakah memang perlu? Bagaimana perasaannya kelak?” Di dalam kepalanya diburu pertanyaan-pertanyaan yang entah jawabannya.

Forum paripurna dengan kesimpulan bahwa mereka menyerah dan dengan berat hati menganggap Kiai Tawakkal adalah manusia pada umumnya, yang tak punya keajaiban semasa hidup, apalagi selepas wafat. Tapi belum bagi Maryono. “Tidak sesingkat itu,” pikirnya. Ia bersumpah akan merutuk dirinya sendiri kalau Kiai Tawakkal tidak diposisikan sebagaimana mestinya. Ia perlu strategi. Strategi komunikasi.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Dina Aynaya, adalah nama dari istri Kiai Tawakkal. Cantik, muda, cerdas. Namun bagaimanapun, ia juga rentan, pengingat masa lalu yang ulung, dan tentu saja, rapuh. Maryono membutuhkan skema komunikasi yang sangat jelas alurnya, sekaligus menyediakan rencana cadangan apabila skema komunikasinya melesat jauh dari benang merah.

Baca Juga:   Burung Sugeng

Tidak ada yang bisa menahan seseorang untuk patah hati ketika mengingat bahwa orang yang sedemikian istimewanya, telah tiada bersamanya. Apa yang akan dilakukan Maryono, sungguhlah rawan bagi kondisi mental istri Kiai Tawakkal. Tak ada yang pernah mengatakan bahwa bertanya, “Apa yang dilakukan oleh suamimu semasa hidup sehingga beberapa orang memberi kesaksian kalau dari makamnya terdengar suara lautan?” kepada istri yang baru saja ditinggal wafat suami, adalah hal yang baik. Itu terlalu lancang, Maryono. Saya sedang mengingatkanmu saat ini.

Baca Juga:   Akhir Cerita Vika dan Kakaknya

Tapi tekad Maryono sudah bulat. Kiai Tawakkal sudah serupa orangtuanya sendiri semasa hidup, yang terus sabar membimbing dan tak pernah marah sebab kebodohan Maryono sendiri. Tak mungkin ia membiarkan fakta dari Kiai Tawakkal yang sebetulnya bisa diungkap, namun sebab kurang gigih dalam berusaha, menjadi sesuatu yang seolah tak pernah ada.

Tinggalkan Balasan