Ciri-ciri Radikalisme Menurut Syeikh Yusuf Qardhawi

Secara etimologi, radikalisme berasal dari bahasa Latin; radix atau radici. Radix berarti ‘akar’. Istilah ini kemudian ditambahkan kata ‘isme’, sehingga dalam konsep sosial politik, radikalisme bermakna suatu paham atau aliran yang menghendaki adanya perubahan dan pergantian terhadap suatu sistem masyarakat sampai ke akarnya.

Menurut Cambridge Dictionary, radikal adalah percaya atau mengekspresikan keyakinan bahwa harus ada perubahan sosial atau politik yang besar atau secara ekstrem. Oxford Dictionary juga memahami radikal sebagai orang yang mendukung suatu perubahan politik atau perubahan sosial secara menyeluruh.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), radikalisme memiliki tiga arti. Pertama, radikalisme adalah paham atau aliran yang radikal dalam politik. Kedua, radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Ketiga, radikalisme adalah sikap ekstrem dalam aliran politik.

Baca Juga:   Baridin dan Jaran Goyang

Dari beberapa pengertian tersebut disimpulkan bahwa radikalisme merupakan suatu paham yang menginginkan adanya perubahan atau pembaharuan dengan jalan kekerasan, drastis bahkan ekstrem. Perubahan yang dikehendaki tersebut dilakukan secara besar-besaran, bahkan hingga ke akarnya dengan jalur kekerasan. Oleh karena itu, berbagai negara –termasuk Indonesia– menentang terhadap aliran radikal sebab bertentangan dengan dasar negara dan falsafah bangsa.

Dilansir dari Indonesia.go.id, tujuan dan target pemerintah terkait penggunaan istilah radikalisme adalah: (1) Radikalisme ditujukan pada kelompok tertentu yang notabene bermaksud mengganti Pancasila dan UUD 1945 dengan sistem lain, (2) Radikalisme digunakan untuk menyebut aktivitas politik kelompok tertentu yang bersifat ekstrem, yang bukan saja tak segan menggunakan cara-cara kekerasan, memaksakan kehendak, melainkan lebih jauh bahkan tak jarang juga melakukan praktik terorisme, (3) Radikalisme merujuk pada kelompok yang sebenarnya justru memiliki sikap dan nilai-nilai antidemokrasi.

Tinggalkan Balasan