duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Dokter Liem

Poliklinik yang berdiri di atas tanah wakaf Kiai Sanusi tidak pernah sepi sejak dokter Liem membuka praktik di desa yang terpencil ini lima tahun lalu. Entah dengan alasan apa, dokter Liem mau-maunya berpraktik di desa yang jika dalam kalkulasi materi, jauh dari kata menguntungkan.

Baca Juga:   Kendat

Penduduk desa ini mayoritas bekerja sebagai petani tradisional, berpikiran tradisional, dan menjalani kehidupan yang masih tradisional. Ketika mereka mendatangi dokter Liem untuk berobat, yang dibayarkan adalah upah recehan, jauh dari tarif yang seharusnya. Bahkan, terkadang mereka membayar dengan hasil panen; setengah karung beras, satu ayam jago, pisang setandan, telur bebek selusin, kelapa lima biji, dan bentuk keluguan lainnya. Dokter Liem tetap menerimanya, tidak menuntut, tetap mengulas senyum dan ungkapan terima kasih, serta ucapan, “Semoga lekas sembuh dan jangan lupa bahagia…”

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Kiai dan Teologi Tanah (3): Logam Tanah Jarang

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan