duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Cokelat Ramadan

Setiap pertengahan Muharam aku selalu mendapat permen, tasbih, dan surat. Namun tahun ini tidak. Aku hanya mendapat telepon dari rumah, bahwa seseorang telah melamarku dan kini mereka menunggu jawaban. Aku tutup telepon dan berlari keluar, masuk ke kamar kecil, dan menangis lalu tertawa.

Baca Juga:   Puasa dan Kenikmatannya

***
Setiap santriwati mendapat surat dan permen, tak terkecuali ustazah yang berjaga di koperasi, yang setiap hari mendapat titipan surat. Namun, setelah pintu gerbang santriwati selesai dibangun, tidak ada lagi surat dan permen.

Advertisements
Cak Tarno

Saat itu Jumat pagi, semua santriwati kerja bakti. Aku dan dua temanku dapat bagian membersihkan gudang. Satu temanku pergi mengambil sapu dan satunya membantuku menurunkan karung di atas tumpukan barang bekas. Tiba-tiba karung itu jatuh dan berhenti di depanku, lalu sesuatu mendarat di depan kakiku. Sebuah surat yang di sisi kanan bawah tertera tulisan: Teruntuk Fatimah.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Kiai Syukri yang Selalu Bersyukur

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan