duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Cahaya di Mata Si Buta

Husen adalah anak semata wayang Ustadz Sulaiman, seorang qori asal desa Mentaraman. Suara emas ustadz itu diwariskan sepenuhnya pada Husen, bahkan orang bilang bakatnya melebihi ayahnya itu. Sejak usia sepuluh tahun dia sudah mendapat undangan mengisi qiroah pada pengajian-pengajian di desanya. Dan semakin hari namanya semakin kondang.

Baca Juga:   Air Mata Mas Gending

Husen juga punya kecerdasan yang luar biasa. Daya ingatnya sangat kuat. Di usianya yang belum genap dua puluh tahun, tiga puluh juz al-Quran telah dihafalkannya di luar kepala. Selepas lulus SMP, setiap hari Husen diantar ayahnya setoran hafalan Quran pada Kiai Jufri. Kiai sepuh tetangga desa itu pun kemudian punya kedekatan khusus dengan Husen.

Advertisements
Cak Tarno

Di balik kelebihan-kelebihan itu, Husen tetaplah Husen, seorang manusia biasa yang dilengkapi Tuhan dengan kelebihan dan kekurangan. Putra semata wayang Ustadz Sulaiman itu memiliki sebuah kekurangan yang membuat aktivitasnya akan sulit tanpa bantuan orang lain. Di kedua matanya terdapat kelainan sejak lahir, sehingga membuatnya tidak mampu melihat gemerlapnya dunia.

Baca Juga:   Seorang Perawat yang Mengusik Masa Lalu

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan