Almanshuryah, Pilar Islam di Pulau Seribu Masjid

Sebagai implementasi dari keberhasilan beliau menyebarkan Islam an Nahdliyah dan melanjutkan perjuangan TGH Abbas, maka beliau mendirikan Madrasah Ibtidaiyah yang diberi nama MI Almanshuryah Ta’limushibyan yang di mana, nama Almanshuryah dinisbatkan kepada beliau sendiri, TGH Manshur Abbas.

Pondok pesantren  ini adalah satu-satunya lembaga pendidikan di Lombok selatan pada saat itu. Keberhasilan Pondok Pesantren Almanshuryah pada saat itu, bisa dilihat dari masyarakat yang tersebar di 27 desa dan 4 kecamatan yang mulai mengenal dan menuntut ilmu di pondok pesantren ini serta menitipkan anak didik mereka untuk memperdalam ilmu agama.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Pondok Pesantren Almanshuryah Ta’limushibyan yang sejak awal didedikasikan untuk memperbaiki tata ibadah atau keagamaan dan sosial masyarakat melalui sprititual approach ini, berhasil menjadi ikon perjuangan pembangunan lebih 30 tempat ibadah di 27 desa yang berada di Lombok bagian selatan.

Baca Juga:   Geliat Pesantren Waria di Masa Pandemi

Pesantren ini menemukan titik kejayaan ketika putra TGH Manshur Abbas, yakni TGH. Ahmad Taqiuddin Manshur mengambil tampuk kepemimpinan. TGH Ahmad Taqiuddin mampu mengembangkan pesantren yang semula hanya memiliki Madrasah Ibtidaiyah menjadi pesantren besar dan memiliki lembaga pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi.

Mengingat kebutuhan yang mendesak dan potensi yang perkembangan semakin pesat, maka pada 1983, TGH Ahmad Taqiuddin Manshur mencetuskan  berdirinya Madrasah Tsanawiah Al Ma’arif NU Taklimushibyan. Kemudian pada 1987 berdiri Madrasah Aliyah diikuti dengan berdirinya SMA, SMK, SMP, yang semua diserahkan pengelolaannya ke LP Maarif NU, berupa dua bangunan masjid, perpustakaan ATQIA tiga lantai, serta Kampus 2 Universitas Nahdlatul Ulama(UNU NTB) pun berada di pesantren ini.

Baca Juga:   Nusantara dan Pancasila

Lembaga-lembaga pendidikan tersebut berjalan sesuai peraturan pemerintah dan diakui oleh negara sebagai salah satu pendidikan yang memiliki legitimasi sebagai sarana pendidikan yang representatif di daerah selatan. Adapun, sarana prasana serta berbagai persyaratan telah memenuhi standar sebagaimana yang diatur oleh pemerintah melalui Departemen Agama maupun Dinas Pendidikan Nasional. Sehingga sampai detik ini, alumni Pondok Pesantren Almanshuryah telah mencapai ribuan.                .

Tinggalkan Balasan