Almanshuryah, Pilar Islam di Pulau Seribu Masjid

Berdiri di tanah seluas 50000 m2

Pondok Pesantren Almanshuryah Ta’limushibyan yang terletak di Jalan Tuan Guru Saleh Hambali, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ini dirintis oleh salah satu ulama besar di Lombok Selatan bernama TGH Abbas yang lahir sekitar abad ke-18. Beliau adalah putra sulung keturunan bangsawan bernama Serasih. Serasih sendiri adalah putra dari Jayang Sari yang berarti beliau adalah keturunan keempat dari Jayang Rana, seorang bangsawan di tanah Sasak juga.

TGH Abbas setelah pulang menuntut ilmu di Mekkah, dan berguru dengan berbagai ulama terkemuka di sana, beliau kemudian mendirikan sebuah langgar kecil yang digunakan sebagai keperluan keagamaan masyarakat sekitar, seperti tempat menunaikan salat jumat, tahlilan, dan bermusyawarah. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, tempat ini dijadikan sebagai penerangan dan penentuan waktu salat.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Perjuangan TGH Abbas kemudian dilanjutkan oleh putra beliu bernama TGH Manshur Abbas yang lahir pada 1912 dengan nama kecil Lalu Badrun alias Haramain. TGH Manshur Abbas sudah dititipkan oleh ayahandanya di pesantren asuhan TGH Sholeh Hambali bengkel yang terletak di Desa Bengkel, Lombok Barat sejak berumur enam tahun, yakni 1918 hingga 1935. TGH Saleh Hambali sendiri adalah sahabat TGH Abbas sekaligus ulama kharismatik dan berpengaruh di Pulau Lombok.

Baca Juga:   Attaqwa, Pesantren Perjuangan Kaum Santri Bekasi

Setelah mendapatkan baiat dari gurunya untuk menyebarkan serta memperkenalkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah, maka mulailah TGH Manshur bersama ayahnya berkeliling ke beberapa desa di daerah Lombok selatan. Dakwah ini terus dilakukan, hingga ketika tahun 1953, TGH Manshur Abbas mendapatkan restu oleh gurunya (TGH Saleh Hambali Bengkel) untuk memperkenalkan jamiyah Nahdlatul Ulama di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan