duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Wejangan Bapak

Allahu akbar…Allahu akbar…Allahu akbar…
La ilaha illa Allahu Allah akbar…
Allahu akbar wa lillahilham…

Sayup-sayup terdengar takbir bersahutan dari kejauhan, tepatnya dari arah masjid jami desa kami dengan tetangga desa. Usai salat Idul Adha pagi ini, aku nyekar ke makam pendahulu kami, ibu, bapak, kakek, juga mbah putri yang tempatnya sedikit berjauhan dari tengah desa. Pemakaman di desa sangat ramai di hari tertentu, khususnya sore menjelang malam takbiran tiba atau pagi hari setelah salat id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.

Advertisements
Cak Tarno

Kali ini aku sengaja duduk lebih lama dari biasanya. Menggelar selembar koran di samping makam yang kusiapkan dari rumah. Sekeranjang kembang sudah sejak kemarin sore kubeli dari pedagang kembang kuburan di pasar desa. Para pedagang kembang sengaja menyediakan kembang untuk para peziarah setiap menjelang hari-hari tertentu tiba. Kubuka buku yasin dan tahlil yang hanya seukuran telapak tangan itu lalu kubaca pelan-pelan.

Baca Juga:   KH Yasin Asmuni, Sang Maestro Kitab Klasik

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan