duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Almanshuryah, Pilar Islam di Pulau Seribu Masjid

Jika proses islamisasi di Pulau Jawa erat kaitannya dengan strategi dakwah dari Wali Songo, maka hal serupa tak jauh berbeda dengan masuknya Islam ke bagian timur Nusantara, tepatnya Pulau Lombok, yang pada akhirnya dikenal dengan Pulau Seribu Masjid.

Singkatnya, agama Islam masuk di Pulau Lombok kira-kira abad ke-15 M, diperkenalkan oleh Sunan Prapen (Sayyid Maulana Muhammad Fadlullah), putra Sunan Giri (salah satu Wali Songo). Maka setelah kedatangannya, masyarakat Lombok yang beretnis Sasak yang tadinya beragama Hindu-Jawa, beralih ke agama Islam. Julukan sebagai Pulau Seribu Masjid tentu hanya sebuah frasa yang bersifat metafora, bernada hiperbolis. Frasa itu melukiskan tak terhingganya jumlah masjid sebagai penanda kuatnya Islam berakar di masyarakat Sasak.

Advertisements
Cak Tarno

Menurut history standing, keragaman yang menghiasi masyarakat Sasak di Pulau Lombok membuat penyebar Islam di Lombok sedikit menemukan kesulitan, bahkan menurut dr Jamaluddin dalam bukunya Sejarah Islam Lombok; Abad ke-16 hingga Abad ke-20,  Sunan Prapen dalam dakwahnya pernah ditolak oleh Raja Lombok. Namun akhirnya Sunan Prapen mampu mengislamkan Kerajaan Lombok. Setelah itu, agama Islam pun disebarkan ke daerah-daerah kedatuan (kerajaan) yang berada di bawah Kerajaan Lombok. Seperti Kedatuan Pejanggik, Langko, Parwa, dan Suradadi.

Baca Juga:   Jalen, Mata Air Pesantren di Ujung Timur Jawa

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan