2TH DUNIASANTRI (2): CARA MENJADI ABADI

520 kali dibaca

Tentu tak asing bagaimana Pram (Pramoedya Ananta Toer) mengatakan bahwa seseorang akan abadi jika ia menulis. Jika kita pikirkan baik-baik, pernyataan Pram benar adanya. Bahkan, saya pribadi meyakini, Pram’s Quotes tersebut menjadi tempat bercermin para penulis ketika sudah mengalami kebosanan. Sekaligus, menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menulis.

Tulisan adalah cara kita untuk abadi. Tentu bukan dalam ihwal jasad. Sebab, qadarullah, kita (sebagai manusia) masih bersifat fana, tidak kekal. Abadi yang dimaksud di sini dalam konteks yang berbeda. Interpretasinya tidak mengacu pada hal tersebut.

Advertisements

Saya meyakini Pram mendefinisikan abadi dengan maksud lain. Penulis yang melahirkan tulisan, apalagi terbit di media massa (baik daring atau luring), akan mengajak pembaca untuk berbicara. Tak sedikit juga tulisan yang seolah mengajak kita untuk bertatap-tatapan (face to face).

Baca juga:   Memahami Konsep Negara Islam Ala Buya Syafii Maarif

Ini yang mungkin dimaksud abadi. Penulis tetap akan berbicara, meski jasadnya sudah terkubur liang lahat. Maka tak ayal jika kadang kita menganggap Gus Dur, Wijhi Tukul, Pram masih ada di tengah-tengah kita.

Nah, di sisi yang berbeda, budaya literasi kita kian menjadi ironi. Ruang terbuka luas yang diberikan teknologi nyatanya tidak menjamin semangat literasi masyarakat. Baik dalam hal membaca maupun menulis.

Realitas itu juga dibarengi dengan anggapan miring yang menyatakan bahwa budaya membaca dan menulis hanya untuk kalangan akademisi, intelektual, politisi, dan orang-orang dengan jabatan tinggi. Masyarakat umum —yang katanya berada pada stratifikasi rendah— tidak butuh asupan itu. Bahkan, kalangan pemuda pun sudah mulai acuh.

Baca juga:   Umar bin Khattab dan Toleransi Beragama

Tentu bukan hal yang baru jika diamond free fire atau mobile legends lebih laku dari buku dan koran. Bukan lagi hal yang langka jika lemari anak muda dipenuhi pakaian branded dan kekinian, dari pada buku bacaan. Jika kenyataannya begini, maka tidak usah ditanya minat mereka dalam menulis.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan