YANG INGIN HIDUP DENGAN TUHAN SAJA

MELANKOLIA SEKUNTUM MAWAR

bunga ini pernah tumbuh di bibirmu
tanpa duri dan merah
juga tanpa akar menjalar, sebab
akar hanyalah pegangan bagi mereka
yang tak sanggup didakwa kenangan.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

tapi, sungai yang mengalir
dari kelopak mataku
tertegun di antara batu cadas
yang memanggul kanvas
bergambar perpisahan: kita.

ah, pilu semakin beku di dadaku!

Cabeyan, 2021.

CERITA IV

i/
seorang lelaki tua yang menyerahkan cintanya
pada sepetak ladang,
ia berjalan menembus gigil dengan memanggul
cangkul,
dirapalkannya mantra pemanggil matahari, meski
yang ia harapkan masih tertidur pulas
di kasur fajar.

Baca Juga:   KIDUNG MERDEKA

ia terus berjalan menapaki kerikil
setajam pilu,
diabaikannya tetes embun pada wajah rentanya
dari pipi daun angsana,
tapi sisa hujan purnama
membasahi rindu tanpa gema.

ii/
ketika matahari sudah dimuntahkan pagi
ia tersenyum segar seamsal kembang asoka.
diturunkannya cangkul dari bahu penuh bekas pilu
untuk membalikkan tanah selembut rindu
dan ia akan terus mengalirkan keringat
dengan cara memanggul bara
sampai matahari mengambang di atas kepala.

Baca Juga:   PUISI FILOSOFI PADI

Cabeyan, 2021.

YANG BERDIAM DALAM KENANGAN
¬¬:yanti
serupa burung perkutut
menyimpan sajak cinta
di kedua sayap,
ia bersiul memanggil tatap
yang pernah didapat.

ia menjadikan angin
sebagai pengantar
ke teluk ingin
sampai segala
yang bernama masa lalu
menumbuhkan selaksa rindu.

Cabeyan, 2021.

NYANYIAN DALAM JURANG

tak bisa lagi kupagut
segala yang bergema
dari dada samudra.
namun moyang masih
mewariskan sebidang
dendang pada jagatku.

yang bernama rindu,

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan