YANG HILANG DARI KESUNYIAN

98 kali dibaca

YANG HILANG DARI KESUNYIAN

Telah dicatat serupa takdir
perihal waktu yang melahap hidup
dan rindu yang tak bisa sembunyikan wajah kesedihan

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

hanya ada desis kecil dari mulut angin
serupa kata:
ayo… kita pulang, ibu telah lama menunggu
; bisikmu

lalu air mata menjadi gerimis
dan tiap kali ia membulir
saat itu pula kesedihan memukul dada

Pamekasan, 2021.

MALAM YANG HANGAT

Telah kurenggut kesedihan itu dari matamu
menjadi gerimis yang mengetuk jendela
membuka tirai kelambu
lalu terbang ke masalalu

hanya matamu
satu-satunya pengintai yang kaku
jerat bagi malam tanpa kecupan dan pelukan
pada puncak malam paling sunyi
cinta yang bening luruh di dadamu
menjadi gerimis
membasahi kerontang tubuh ini

Pamekasan, 2021.

MEMOAR

Nanti bila malam kembali labuh
janji yang pernah kita catat
saling sitegang dan tuduh
lalu kita sama-sama menghitung
duka kehilangan yang tiap waktu menderai wajah kita

siapa sebenarnya yang khianat
hingga malam terasa sempit
dan bulan memilih lingsir
di tiap denyut dada kita

Pamekasan, 2021.

HARI-HARI YANG SIAL

Hari-hari yang sial
jenuh di kepala setiap hari makin bengkak
merontokkan hening paling bening
dada kita acapkali berlubang, Alina
sebab ketakutan, kesedihan, dan kesepian
menusuk setiap rongganya

ingatan jadi macet, jalan-jalannya berlubang penuh kerikil
; sebab pembangunan jadi ladang korupsi, Alina
begitu pula dada kita, tiap hari pucat pasi kehilangan api

lalu kita hanya bisa bertanya-tanya

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan