“Unjung”, Tradisi Malam Nisfu Syakban di Pesantren

2,050 kali dibaca

Katsratul ‘asmaa’ tadulullu ‘ala syarafil musamma’. Banyaknya gelar menunjukkan kehebatan penyandang gelar tersebut.

Nisfu Syakban sesungguhnya memiliki banyak nama yang menunjukkan keistimewaannya. Di antaranya adalah Lailatul Qismah wa Taqdir, yaitu malam di mana Allah membagikan ketentuan takdir-Nya untuk manusia selama satu tahun ke depan. Selain itu, malam Nisfu Syakban disebut juga Lailatul Ijabah, yakni malam diterimanya doa dan permohonan. Oleh karenanya pada malam ini dianjurkan memperbanyak amalan ibadah dan membaca tasbih sebanyak mungkin.

Advertisements

Setiap menjelang malam Nisfu Syakban, masyarakat muslim umumnya melakukan salam- salaman untuk meminta maaf kepada sesama umat manusia, terutama kedua orang tua. Ini dilakukan dengan harapan agar si anak tidak termasuk golongan orang yang durhaka dan memutuskan tali silaturahim kepada orang tua yang menjadi sebab penghalang mendapatkan ampunan Allah pada malam tersebut.

Di pesantren putri, tempat saya menimba ilmu dulu juga melakukan hal serupa. Bersalam-salaman di malam Nisfu Syakban terasa menyenangkan dan menggembirakan meskipun cukup sederhana, sebab kegiatan rutin pesantren pada malam itupun otomatis diliburkan seluruhnya.

Sebagaimana anjuran para ulama, usai melaksanakan salat Maghrib berjamaah, seluruh santri putri pun dianjurkan membaca surah Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda-beda dan dipimpin langsung oleh kiai.

Yasin pertama diniatkan untuk memohon panjang umur di dalam ketaatan kepada Allah. Yasin kedua diniatkan untuk memohon perlindungan dari segala macam musibah serta dimurahkan rezeki. Yasin ketiga diniatkan memohon kekayaan hati dan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Usai membaca Yasin diteruskan dengan membaca doa dan zikir lainnya hingga menjelang salat Isya berjamaah.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan