Syahrur: Negasi Sinonimitas dan Dobrakan Kemapanan

342 kali dibaca

Untuk menjadi mencolok Anda harus tampil dengan warna baju lain di antara mayoritas. Umpama dalam kerumunan massa yang hendak mengantar jenazah pada pemakaman, dan mayoritas mengenakan pakaian hitam, Anda boleh memilih dengan menggunakan pakaian warna kontras.

Begitulah kira-kira jika dianalogikan dengan pemikiran yang ingin mencolok dengan jalan kontradiktif. Apa yang selama ini kita idap dan diidap dalam kepala banyak orang harus dibabat habis-habisan. Menjadi semakin menarik jika objek material yang jadi perbincangan adalah Al-Qur’an. Bayangkan saja dentuman besar macam apa yang akan terjadi, dan keramaian seperti apa yang pasti meledak.

Advertisements

Itulah yang terjadi ketika Muhammad Syahrur menerbitkan magnum opus-nya dengan tajuk al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’ashirah.

Karya monumental dari Syarur itulah yang banyak menerima dua atensi sekaligus. Sebagaimana pemikir-pemikir Islam kontemporer pada masanya, ia juga mendapat penerimaan dan penolakan sekaligus. Sejalan dengan itu Peter Clak mengungkapkan bahwa karya Syahrur membuat jagat Arab bergetar.

Baca juga:   Ideologi Pancasila dalam Perspektif Islam

Sebelum masuk ke beberapa prinsip dasar dalam interpretasi Syahrur, ada baiknya jika dikenali terlebih dahulu latar belakangnya, secara khusus pendidikannya.

Ia lahir di Damaskus pada 1938 dan menyelesaikan studi Teknik Sipil di Moskow. Selanjutnya mengambil program master di The National University of Ireland dengan konsen Teknik Fondasi dan Mekanika Tanah. Pada saat proses doktoral ini, ia mulai menaruh minatnya pada kajian Islam, lebih spesifik Al-Qur’an.

Baca juga:   Santri 5G

Hal itu diperkuat ketika ia bertemu dengan guru linguistiknya, Dr Ja’far Dikki al-Bab, yang sekaligus memberi pengantar di magnum opus miliknya. Keinginan dan minat yang dalam terhadap kajian Islam yang terus menghantui benak Syahrur, meski ia berlatar belakang teknik sipil. Karena latar belakang itu pula, sebagian orang yang anti terhadapnya justru menghantam latar belakang pendidikannya, alih-alih membabat habis karya Syahrur.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan