Lailatul Kopdar Rijalul Ansor Pringsewu

Susun Program Kerja, Rijalul Ansor Pringsewu Gelar “Lailatul Kopdar”

Rijalul Ansor (RA) Kabupaten Pringsewu menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana bertempat di Aula TK Bina Lestari Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu Selatan, Kabupaten Pringsewu, Lampung pada Rabu malam,(4/3). Raker yang diikuti seluruh Pengurus Cabang Rijalul Ansor Pringsewu ini membahas beberapa poin penting terkait program kerja baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Pringsewu, Taufiq Hidayat, mengatakan, keberadaan Rijalul Ansor sebagai badan semi otonom di bawah naungan GP.Ansor harus benar-benar solid dalam mengkonsolidasi kiai-kiai muda NU dalam upaya menjaga Amaliah Aswaja An Nahdliyah.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

“Melalui Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) ini kita menjembatani para kiai muda, gus-ning dan para santri untuk bersama-sama membesarkan NU sekaligus menjaga amaliyah NU supaya terus lestari di tengah masyarakat,” kata Taufiq Hidayat.

Langkah awal MDSRA dalam upaya melestarikan amalan para masyayikh serta nilai-nilai dakwah Wali Songo di Bumi Jejama Secancanan ini, lanjutnya, yaitu memaksimalisasi gedung PCNU Pringsewu sebagai poros kegiatan dan aktualisasi syiar dakwah.
“Kita telah menggelar secara resmi rutinan MDSRA tiap malam Sabtu legi di Aula gedung PCNU sebagai upaya memakmurkan dan meramaikan lokasi gedung,” tambahnya.

Keberadaan MDSRA Pringsewu yang baru dilantik pada Desember 2019, lanjut Taufiq, harus didukung semua pihak, terutama para pengurus agar segera bekerja, mempunyai kesadaran tinggi mengimplementasikan visi dan misi organisasi, sehingga mampu tumbuh dan berkembang membawa kemaslahatan untuk umat.

Baca Juga:   Baru Dibuka, Pondok Gontor Diisolasi Tersebab Corona

“Pentingnya kita berkumpul di sini adalah memperkokoh organisasi. Sebab, tanpa organisasi misi dakwah ala NU mudah dipatahkan.  Al-haqqu bila nidzam yaghlibuhul bathil binnidzam, kebenaran yang tidak terorganisasi maka akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi,” tandas Taufiq.

Untuk itu, lanjut Taufiq, demi percepatan program kerja lima tahun ke depan, pihaknya siap bersinergi terutama dengan instrumen organisasi NU serta elemen masyarakat lainnya. Maka, pada kesempatan ini, Raker merekomendasikan dua hal penting.

“Pertama, seluruh jajaran MDSRA di semua tingkatan siap mem-backup dan berpartisipasi dalam program terkait Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di lingkungan NU. Kedua, turut serta menjadi bagian penggerak organisasi baik secara struktural maupun kultural,” pungkasnya.

Raker yang dikemas dengan format diskusi santai dan gayeng ini juga dihadiri Wakil Sekretaris PCNU Fathurahman dan Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Pringsewu M Daryanto.

Fathurahman dalam diskusi tersebut menyambut baik rencana program kerja RA masa khidmat 2019-2023 ini. Ia berharap RA dapat menjalankan fungsinya menjaring kaum muda untuk cinta NU melalui media Majlis dzikir dan Sholawat.

“Rijalul Ansor saat ini dalam posisi yang strategis, pergerakanya luwes baik di struktural maupun kultural. Semoga RA mampu menjadi penggerak terbentuknya banom maupun lembaga yang dibutuhkan oleh PCNU. Di pundak RA inilah bibit-bibit unggul kader NU tumbuh sebagai penerus estafet perjuangan,” katanya.

Baca Juga:   Menyelamatkan Nenek

Hal senada diamini M Daryanto. Ia berpesan agar RA bersama GP Ansor turun ke grassroot menyatukan potensi kader NU yang masih berserakan. “Ambil contoh kegiatan Pencak Silat Pagar Nusa yang sudah mulai menggeliat di beberapa kecamatan. Ini potensi bagus yang harus diorganisasi oleh NU. Sehingga, saat Ansor membutuhkan kader untuk Banser misalnya, kita tidak kesulitan lagi menyiapkan SDM-nya,” ujarnya.

Raker dengan tagline “Lailatul Kopdar” ini di samping merumuskan sejumlah program kerja seperti pembentukan pengurus RA tingkat kecamatan dan ranting, rutinan MDS tiap selapan hari, pengajian kitab kuning oleh para gus dan kiai muda NU, juga membedah peluang-peluang usaha dan ekonomi yang bisa digarap secara produktif untuk pergerakan organisasi.

Di akhir kegiatan, Dewan Penasihat Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Habib Usman al Jufri, berpesan agar istikomah dalam berkhidmah di NU dan senatiasa berpegang pada tali Jam’iyyah NU. “Niatkan berorganisasi untuk beribadah kepada Allah SWT, karena kalau kita kumpul-kumpul begini selain nambah kawan juga nambah wawasan,” pesan pengasuh Majelis Dzikir Rotibul Haddad Wa’talim Ahbabbul Musthofa Pringsewu ini.

Tinggalkan Balasan