duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Sobir dan Kesabarannya

“Aduh, duh,” minyak setengah penggorengan itu meletup keras, setelah bapak memasukkan potongan-potongan ayam berbalut tepung ke dalam wajan berisi minyak panas. Sebelumnya ayam itu harus diulat dengan bumbu khas. Paduan bawang merah goreng, bawang putih goreng, ketumbar, merica, dan tak lupa garam yang telah disangrai sebentar agar tak menggumpal. Lalu dicampurkan dan diblender dengan halus menjadi satu. Itu semua tugas ibu, kecuali bagian pemasaran dan juga pengolahan, yang semua dipegang oleh bapak dan aku.

Baca Juga:   Sepenggal Kisah Putri Tukang Becak

Meski sudah memasarkan, manajemen keuangan masih dipegang oleh “ibu negara” kami. Memang selayaknya perempuan mempunyai daya konsentrasi tinggi dalam hal perputaran uang. Mereka bisa mengolahnya dengan telaten dan presisi. Sedang kami hanya bagian garda depan untuk menjalankan amanat pemasaran. Dengan kelebihan yang diberikan Tuhan pada tubuh kami, yang terdiri dari 45 persen otot, memang agaknya pantas kami disemati tulang punggung keluarga. Karena kami yang lebih bisa diandalkan jika berurusan dengan berat.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Santri Al Halim Berbagi di Tengah Pandemi

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan