Si Bisu Mengaji

140 kali dibaca

Berjarak lima rumah dari kediamanku, ada seorang bisu yang sering membuatku merasa tertampar. Dari segi postur tubuh, dia tidak jauh berbeda dengan orang Jawa kebanyakan. Tidak besar dan tidak pula kecil. Pas.

Usianya mungkin sekitar 45 tahunan. Namun kerasnya hidup telah mencetak beberapa guratan permanen yang sedikit berlebih di usianya yang belum terlalu senja tersebut. Oh iya, panggil saja dia Pak Warsa. Dia adalah bapak dari dua orang anak.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Pak Warsa mempunyai semangat yang sangat tinggi. Bayangkan sebuah jilatan api yang terus menari. Begitulah semangatnya. Meletup-letup kesana-kemari. Terlepas dari keterbatasannya untuk berbicara, dia tetap menunjukkan energi yang membius.

Orang-orang di kampungku seringkali tertawa melihat tingkah Pak Warsa ini. Terlebih saat memperhatikannya berusaha bercerita. Namun aku tahu, bahwa diam-diam, penduduk kampungku mengagumi Pak Warsa ini. Dialah orang yang paling rajin memasang bendera saat Agustus datang.

Saat bulan kemerdekaan itu sudah menampakkan batang hidungnya, biasanya saat itu pula Pak Warsa ini datang berkeliling ke rumah-rumah kami. Dia membawa buku kecil, berisi kolom sederhana. Di mana biasa kami menuliskan nama dan nominal sebelum memberikan uang sumbangan untuk pembelian bendera plastik penghias kampung.

Pak Warsa ini pulalah yang memasang bendera kecil itu. Seringkali sendiri, tapi kadang juga dibantu anak-anaknya dan bocah kecil lainnya. Dan lihatlah, tiap Agustus datang, kampung kami bersolek cantik dengan hiasan bendera-bendera kecil tersebut. Itu semua karena Pak Warsa!

Aku sendiri selalu suka mendengarkan dia berbicara. Mengamati bagaimana ia berusaha dengan sungguh-sungguh menjelaskan maksudnya dengan suara yang sulit aku pahami. Aku juga senang melihat tangannya bergerak-gerak acak. Berusaha membantunya menyampaikan informasi tertentu. Namun sialnya, aku tetap saja tidak paham.

Agaknya Pak Warsa ini adalah sosok yang memang sudah berteman dengan sengsara. Sehingga kata tersebut tidak lagi berwajah menakutkan. Sebaliknya, ia seolah berubah ramah dan mengajarinya banyak rahasia.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan