Semarak Dunia Santri Digital

472 kali dibaca

Situs web www.duniasantri.co menjadi situs berita yang ditulis oleh para santri, alumni pesantren, dan orang-orang yang memang bergiat di dunia pesantren. Sebagai alumni santri Fathul Hidayah Karanganyar, saya menemukan wadah mengekspresikan kreaktivitas menulis secara daring. Sebelumnya, saya bergelut di organisasi pers tingkat kampus dan kerap menjadi pengisi kegiatan literasi di berbagai kegiatan formal maupun nonformal.

Ada relasi kuat antara santri dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi masyarakat yang disimbolkan dengan keberadaan pondok pesantren. Wahana media daring ahlussunah wal jamaah terpantau aktif bersaing dengan website Islam konservatif atau fundamentalis yang mencoba merongrong dasar negara dan kebudayaan bangsa.

Advertisements

Kemunculan website moderat seperti duniasantti.co, islami.co, gusdurian.net, alif.id, hingga induk NU Online menjadi penenang masyarakat akan ketakutan penggusuran ideologi khilafah yang mulai dikampanyekan di media daring. Tentu ada harapan santri berkontribusi melawan narasi takfirisme yang menyasar generasi muslim milenial dengan simbol-simbol Islam seperti tauhid, hijrah, hingga kembali pada Al-Quran dan Sunah.

Baca juga:   Mbah Kandar dan Nujum “Ruyung Berkedok Jati”

Meski bukan satu-satunya metode membendung arus Islam fundamentalis, setidaknya duniasantri.co mampu menjadi wadah santri mengeluarkan kreaktivitas literasi. Bukan hanya menjadi khasanah keilmuan untuk masyarakat luas, namun juga bisa menjadi sarana mendapatkan penghasilan tambahan dari menulis.

Patut dimaklumi, pengalaman saya menekuni dunia kepenulisan hampir empat tahun di koran-koran nasional hingga menerbitkan beberapa buku, tidak bisa dijadikan mata pencaharian utama. Menulis kurang mendapatkan ruang secara komersial ketika minat literasi masyarakat Indonesia masih rendah. Namun setidaknya penulis diingatkan dengan kutipan legenda Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Baca juga:   Mereka yang Mendukung Monolog ”Negeri Sarung”

Ketika mengamati perkembangan website duniasantri.co, saya melihat banyak penulis muda dan pemula yang cukup berkualitas menyusun artikel. Dalam hal ini, duniasantri.co menjadi wadah eksperimental santri belajar berliterasi. Mengembangkan minat baca dan melatih gaya menulis yang menarik.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan