Seabad NU: Meneguhkan Peradaban Islam Nusantara yang Menginspirasi Dunia

973 kali dibaca

Ada momen spesial bagi warga nahdliyin di tahun ini. Tepat tanggal 16 Rajab 1444 H atau 7 Februari 2023, Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia seabad hijriyah. Pagelaran Resepsi Puncak Satu Abad NU bakal digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Jumlah peserta yang hadir diprediksi mencapai 1 juta warga NU. Jajaran pejabat, para kiai-ulama, kader struktural, santri, dan seluruh jemaah melebur jadi satu. Semua itu sebagai wujud penghormatan, rasa mahabbah, sekaligus ungkapan syukur atas limpahan rahmat-Nya tiada berbilang.

NU terbentuk dari serangkaian ikhtiar, istikharah, tawakal, dan tirakat para ulama besar. Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari merupakan sosok pendiri NU. Di samping itu, KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syansuri juga turut serta mengambil peran sebagai lokomotor pemrakarsa organisasi tersebut. Mereka melihat pergolakan kala itu yang terjadi di nasional maupun internasional sudah sangat merisaukan. Karena itu, NU hadir sebagai agen menciptakan kemaslahatan peradaban.

Advertisements

Seiring dengan perkembangan, NU kemudian bermekar semakin besar. Hal ini ditandai dari jumlah secara populatif naik signifikan. Berdasarkan survei mutakhir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, mengungkapkan, 59,2 persen penduduk beragama Islam di Indonesia berafiliasi NU. Jika umat Islam ditaksir 250 sampai 260 juta penduduk, itu artinya 59,2 persen setara dengan 150 juta muslim Indonesia tergolong warga NU (CNN Indonesia, 2022). Angka yang fantastis untuk ukuran sebuah organisasi kemasyarakatan. Maka tidak heran, NU disebut sebagai ormas terbesar di dunia.

Baca juga:   Islam Nusantara Bukan Agama Baru

Basis NU (Islam Indonesia) ini juga memiliki reputasi di dunia Internasional. NU (Islam Indonesia) dinilai telah berhasil mengejawantahkan sikap tawassut, tasamuh, tawazun, dan i’tidal pada umat. Banyak negara kemudian takjub, dan bertanya-tanya, apakah corak keislaman ala NU mampu diterapkan di negara lain laiknya Indonesia? Bagaimanakah sebenarnya metodologi NU dalam merawat Islam Indonesia sehingga terbentuk potret damai, harmonis, dan toleran?

Baca juga:   Spirit Ekonomi Islam Nusantara

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan