Sapu

881 kali dibaca

Siang menjelang sore. Kendati satu pun belum ada yang laku, ia tetap semangat menarik gerobak yang berisi tumpukan sapu di jalan itu. Ada-ada saja, benaknya kemudian, cara Tuhan Yang Mahamengatur menghiburnya. Beberapa saat tadi ia dihentikan oleh seorang perempuan yang akan membeli sapunya. Kendati tidak jadi karena uang perempuan itu pas-pasan—sementara anaknya merengek-rengek nyaris menangis minta dibelikan cilok yang juga lewat situ—, ia senang karena tanpa berpikir untung-rugi langsung memberi satu sapu untuk perempuan itu.

Yang namanya rezeki, pikirnya sembari terus berjalan, datangnya sering kali sukar diperkirakan. Pernah pada satu peristiwa, beberapa saat setelah keluar dari rumahnya, dari dalam mobil yang perlahan menyalipnya, seseorang sekonyong-konyong menyuruhnya berhenti. Kemudian, tanpa menawar seperak pun ia memborong semua sapunya. Karena tergencet rasa penasaran, sembari membantu memasukannya ke dalam mobil tersebut, ia bertanya, untuk apa semua sapu ini.

Advertisements

Sembari tersenyum si pembeli menjawab bahwa ia akan membagi-bagikannya pada orang-orang dengan harapan mereka senang membersihkan rumah masing-masing. Dan setelah masing-masing rumah mereka bersih, lanjut si pembeli, mudah-mudahan mereka senang membersihkan batin mereka masing-masing.

Baca juga:   Pemahaman Kebangsaan dalam Islam: Distingsi Ranah Privat dan Publik dalam Penerapan Ajaran Ketuhanan

Rada tercengang ia mendengarnya; tak pernah terpikir olehnya kegiatan menyapu bisa jadi menginspirasi orang-orang membersihkan batin mereka.

Sejak saat itu ia tambah semangat menjual sapu. Karena bagaimanapun ia menjual barang yang berfungsi membersihkan. Selain itu, kendati belum mampu memberikan sapu sebanyak orang itu, apabila mampir ke mushala—menunaikan kewajibannya, sujud kepada Dzat Pencipta Alam Raya—mendapati sapu di tempat itu mulai rusak, ia pun meninggalkan satu sapu di situ.

Baca juga:   Pohon Pengetahuan

Kini, setelah memberi satu sapu pada seseorang, ia berniat memberi oleh-oleh sapu pada setiap tamu yang dolan ke rumahnya. Sampai di sini, pembaca budiman dan budiwati, apabila sampean ingin mendapat sapu gratis, saran saya: bertamulah ke rumahnya.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan