duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Siang menjelang sore. Kendati satu pun belum ada yang laku, ia tetap semangat menarik gerobak yang berisi tumpukan sapu di jalan itu. Ada-ada saja, benaknya kemudian, cara Tuhan Yang Mahamengatur menghiburnya. Beberapa saat tadi ia dihentikan oleh seorang perempuan yang akan membeli sapunya. Kendati tidak jadi karena uang perempuan itu pas-pasan—sementara anaknya merengek-rengek nyaris menangis minta dibelikan cilok yang juga lewat situ—, ia senang karena tanpa berpikir untung-rugi langsung memberi satu sapu untuk perempuan itu.

Baca Juga:   Penularan Covid-19 di Pesantren Terus Meluas

Yang namanya rezeki, pikirnya sembari terus berjalan, datangnya sering kali sukar diperkirakan. Pernah pada satu peristiwa, beberapa saat setelah keluar dari rumahnya, dari dalam mobil yang perlahan menyalipnya, seseorang sekonyong-konyong menyuruhnya berhenti. Kemudian, tanpa menawar seperak pun ia memborong semua sapunya. Karena tergencet rasa penasaran, sembari membantu memasukannya ke dalam mobil tersebut, ia bertanya, untuk apa semua sapu ini.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: 1 2 Show All

Baca Juga:   Nufusu Auliya’

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan