Malam, Nenek Moyang Pengetahuan

1,350 kali dibaca

NENEK MOYANG ILMU PENGETAHUAN

Kilatan berkas cahaya di langit
melintas rendah sehabis Maghrib
“Seorang malim segera pergi…”

Advertisements

Itu bukan meteor, itu bukan benda langit
hanya cahaya yang melintas dekat
selepas ghurub

Lalu, ada kala seberkas cahaya
melintas tinggi di jumantara malam
membawa curiga dalam hati
“Itu cerawat yang dibawa setan
seseorang akan buncit perutnya
lalu meninggal dengan sengsara”

Itu juga bukan benda langit
sebab, ia tak jatuh melayang ke bumi
membuat kerusakan

Kami belajar pada alam
membaca tanda duaja dan perubahan
pada angin, pada cahaya dan gelap
pada nanar, pada mimpi dan kenyataan

Pengetahuan beranak pinak
dari pengalaman dan khayalan
kami belajar melapangkan ruang penafsiran
belakangan, sarjana-sarjana setelah kami
mencari wahyu-wahyu ilmiah
di laboratorium dan perpustakaan

Pengalaman dan khayalan
puisi dan pepindannya
merupakan leluhur kami
nenek moyang ilmu pengetahuan

25/08/2009

Menjadi seorang penikmat sastra lebih mudah dan lebih enjoy ketimbang menjadi apresiator, apalagi penikmat yang apresiator. Seorang penikmat sastra tidak dituntut untuk memberikan ide, penilaian, ataupun apresiasi terhadap karya sastra yang dimaksud. Berbeda dengan apresiator yang dituntut untuk memberikan penilaian baik-buruknya(?) sebuah karya sastra.

Maka saya di sini mencoba menjadi yang pertama, sebagai penikmat sastra agar tidak dituntut memberikan penilaian, karena saya bukan seorang kritikus atau apresiator sastra. Saya hanya mampu mengungkapkan hal-hal yang berhubungan dengan pengalaman pribadi, terkait dengan sebuah karya sastra.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan