Santri Milenial dan Teknologi Tinggi

971 kali dibaca

Pada 2022, unit-unit smelter untuk nikel, bauksit, besi, timbal dan seng, tembaga, lumpur anoda, dan mangan yang saat ini sedang dibangun, akan beroperasi penuh. Smelter adalah fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral mentah hingga mencapai tingkat yang memenuhi standar sebagai bahan baku produk akhir. Bersamaan dengan ini, pemerintah melarang semua ekspor mineral mentah ke luar negeri. Program hilirisasi-industrialisasi dalam negeri telah dimulai, sedang berjalan dengan percepatan-percepatan yang optimal.

Smelter nikel menghasilkan feronikel, bahan baku komponen baterai litium. Smelter bauksit menghasilkan alumina,  bahan baku komponen pendukung elektronik seperti integrated circuit (IC) dan layar LCD. Smelter besi menghasilkan sponge iron dan pig iron, bahan baku industri baja. Smelter timbal dan seng menghasilkan bullion timbal, bahan baku pipa air, pelapis anti karat, bahan pembuatan peluru, bahan penyimpanan zat radioaktif, dan campuran bensin. Ingot seng merupakan bahan baku industri baterai dan bahan untuk paduan logam.

Advertisements

Presiden Joko Widodo telah mencanangkan program hilirisasi-industrialisasi dalam negeri sebagai salah satu andalan untuk meningkatkan perekonomian nasional. Bila program ini sukses dan berhasil, insyaallah Republik Indonesia menjadi 5 besar negara-negara dengan perekonomian terkuat di dunia. Saat ini, Indonesia memiliki ekonomi yang terkuat di antara negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, melampaui Iran, Arab Saudi, Turki, dan Mesir.

Baca juga:   Hari Santri 2021 (2): Tradisi Pesantren dan Kemaslahatan Umat

Pemerintah Indonesia sedang membangun industri baterai lithium hingga pabrik kendaraan listrik (electrical vehicle, EV) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir: pabrik bus listrik dengan kapasitas sekitar 1000 unit per tahun, pabrik mobil listrik berkapasitas di atas 15 ribu unit per tahun, dan pabrik sepeda motor listrik berkapasitas lebih dari 700 ribu unit per tahun.

Baca juga:   Ale, Ikan, dan Kehilangan

Untuk menopang program hilirisasi-industrialisasi nasional yang sarat dengan teknologi tinggi itu, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk merombak kurikulum pendidikan nasional demi melahirkan generasi bangsa yang unggul: manusia Indonesia yang memiliki kemampuan berpikir dan berkomunikasi canggih serta berakhlak mulia. Presiden, dalam rakernas Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) baru-baru ini juga sangat menekankan pentingnya BPPT menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia yang bisa memproduksi teknologi sendiri.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan