Santri Annuqayah Juara Kaligrafi Se-Asia Tenggara

3.070 kali dibaca

Menjadi seorang bintang memang tidak segampang membalik telapak tangan. Namun demikian, saat diusahakan dengan maksimal dan diupayakan dengan ikhtiar sebaik-baiknya, maka menjadi seorang juara bukan sesuatu yang nisbi. Karena ikhtiar dan takdir adalah dua aspek yang saling menentukan untuk sebuah kesuksesan.

Adalah Zainur Rifandi Yusuf dan Ahmad Noeruzzaman, —keduanya adalah santri Annuqayah daerah Lubangsa, Sumenep, Madura, Jawa Timur,— dengan talenta yang dimiliki, mereka mampu menyabet juara 1 dan 2 dalam ajang lomba kaligrafi. Lomba seni kaligraf ini diadakan oleh Persatuan Bahasa Arab Komunikasi (Pebakom) Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam Malaysia, tahun 2022. Sebagaimana dilansir dari laman pcnusumenep.or.id, lomba ini diselenggarakan secara daring (virtual) sejak tanggal 12-15 Januari 2022. Dalam perlombaan ini diikuti oleh banyak peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Advertisements

Rifandi, sapaan akrab dari Zainur Rifandi Yusuf, merupakan sosok yang suka kaligrafi sejak masih kecil. Rifandi juga sering mendapat job untuk membuat kaligrafi timbul yang dipakai di masjid-masjid. Bakat seni kaligrafi Rifandi dipengaruhi oleh kakaknya yang juga menguasai seni kaligrafi. “Saya menyukai seni kaligrafi karena termotivasi dari Kakak,” demikian pengakuan Rifandi asal mula menyukai dan menekuni kaligrafi.

Baca juga:   Bintang Kurniawan, Wakil Sulsel di Pospenas 2019

Sebagai juara pertama, Rifandi, dalam lomba kaligrafi ini menjelaskan bahwa tujuan mendalami kaligrafi adalah untuk memuliakan Al-Quran. “Harapan kami ke depan adalah ingin memakmurkan Al-Qur’an dengan sentuhan seni kaligrafi, khususnya di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Sementara itu, Ahmad Noeruzzaman, yang berasal dari Pantai Utara ini menjelaskan bahwa sejak masih SD sudah mencintai seni lukis. Kemudian setelah belajar di Pondok Annuqayah lebih difokuskan dalam seni kaligrafi. Menurutnya, mengikuti lomba kaligrafi ini merupakan pengalaman yang sangat berharga.

Baca juga:   Santri Belia Peraih Emas Pospenas 2019

“Alhamdulillah dengan saya mendapatkan juara ini adalah barokah dari doa kedua orang tua, guru-guru, pengasuh pondok, serta pembina yang sangat luar biasa dalam membimbing kami. Terima kasih atas doa dan dukungannya,” katanya menjelaskan dalam suatu kesempatan.

Halaman: 1 2 Show All

2 Replies to “Santri Annuqayah Juara Kaligrafi Se-Asia Tenggara”

Tinggalkan Balasan