NYANYIAN ILALANG

332 kali dibaca

MENCINTAIMU

Aku ingin mencintaimu
Dengan keluasan cinta yang tabah
Tanpa satu pun luka di dada
Yang menelantarkanku ke kehancuran

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Biar diriku mengunyah pahit rindu
Pada malam-malam bayangmu
Sebab, aku pun tahu
Diriku tak pernah ada dalam dirimu

Detik-detik berguguran di atas kertas
Kutulis puisi tentang dirimu
Oh, betapa nyeri yang tak pantas
Setiap kali mengingatmu yang batu

Aku ingin mencintaimu
Tanpa satu pun luka di dada
Setelah sekian lama
Kerinduan dibiarkan beku dan berdarah.

Gapura, 22 April 2020.

ILALANG

Ilalang tak pernah bersedih
Walau sabit mengintai sunyi
Ia akan tetap tumbuh lagi
Dengan tarian lebih puisi

Ilalang tak pernah mengeluh
Meski hidup di tengah batu-batu
Ia akan tetap menerima angin
Sebagai lagu paling dingin

Ilalang hanya ingin jadi kehidupan
Bagi sapi-sapi di kandang
Menjadi tempat duduk bagi petani
Ketika kelelahan menahan nyeri

Mungkin ilalang adalah tembang
Bagi anak-anak kampung
Yang bermain perang-perangan
Di sepetak tanah impian

Gapura, 20 Februari 2020

DI PELATARAN

Di pelataran
Puisi kutangkap
Di hari yang mulai lelap

Segala kata terucap di sini
Dari lubuk paling nurani
Ketika anak-anak berlarian menuju surau
Membisik semesta dengan suara parau

Ayat-ayat pun memanggil
Senja yang gigil
Angin berkemas
Di pucuk daun talas

Sedang burung-burung menuju utara
Bagai wajah para pendosa
Yang menemukan firmannya

Sebab tak ada yang lebih mawar

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan