duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Retaknya Bingkai Hati

Tak enak hatiku mendapati begini sikap suami. Dinginnya malam masih kalah dingin dengan sikapnya. Ketakutan-ketakutanku kala hendak menikah dengannya dulu terbukti sudah. Mungkin aku memang tak pantas untuknya. Dia terlalu baik untukku. Aku terlalu kotor untuknya.

Baca Juga:   Nyai Hanifah

Walau dia tak berkata apa-apa, namun aku dapat membaca gelagat sikapnya. Setelah malam pertama itu dia sepertinya curiga padaku. Apa yang telah kulakukan sebelum ini seperti dapat diendusnya. Sudah dua minggu dia menjadi suamiku, dan sudah begini rikuh rasanya bertatapan mata dengannya. Bagaimana waktu-waktu yang harus kulalui di masa yang akan datang?

Advertisements
Cak Tarno

Bukannya menghabiskan waktu bersamaku sebagai istrinya, dia justru setiap saat bersama Mas Malik, kakakku satu-satunya. Yang membuatku kesal, walau tak ada hal penting yang perlu dibicarakan, dia tetap berada di dekat Mas Malik. Menghindariku. Sebenarnya senang hatiku melihat keakraban mereka. Salah satu kebahagiaan suami-istri adalah dapat melihat pasangannya menjalin keakraban dengan sanak keluarga. Namun jika aku sebagai istrinya disisihkan?

Baca Juga:   Banjaran Karna

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan