duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Refleksi Diri: Pemberani dan Pecundang

233 kali dibaca

Para pemberani tak pernah takut dikucilkan, dicacimaki, dan difitnah. Tak pernah khawatir kehilangan jabatan, popularitas, dan kehormatan di hadapan massa dan penguasa. Pemberani tak pernah gentar dengan tekanan massa dan berbagai hambatan yang menyulitkan. Dia berani melawan arus kekuasaan dan kehendak massa demi kebenaran yang diyakini, meskipun sendirian. Sang pemberani tidak pernah sepi dalam kesendirian karena selalu ditemani keyakinan. Tidak merasa terhina meski terbuang, karena dia tak membutuhkan penghormatan.

Baca Juga:   Re-thinking Feminism dan Muslim Indonesia

Para pemberani juga tidak hanyut dalam kerumunan massa dan gelombang popularitas. Karena, hati dan jiwanya kokoh tertaut pada keyakinan dan kearifan. Dia tak pernah menggunakan massa untuk menutupi segala kekurangan dan kelemahannya. Tak pernah mengatasnamakan kebenaran untuk memenuhi kepentingannya. Mereka berani sepi dalam keramaian dan ramai dalam kesepian.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Baca Juga:   Menyemai Toleransi Melalui Seni

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan