duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Refleksi Diri: Pemberani dan Pecundang

Para pemberani tak pernah takut dikucilkan, dicacimaki, dan difitnah. Tak pernah khawatir kehilangan jabatan, popularitas, dan kehormatan di hadapan massa dan penguasa. Pemberani tak pernah gentar dengan tekanan massa dan berbagai hambatan yang menyulitkan. Dia berani melawan arus kekuasaan dan kehendak massa demi kebenaran yang diyakini, meskipun sendirian. Sang pemberani tidak pernah sepi dalam kesendirian karena selalu ditemani keyakinan. Tidak merasa terhina meski terbuang, karena dia tak membutuhkan penghormatan.

Baca Juga:   Peliharalah Anjing

Para pemberani juga tidak hanyut dalam kerumunan massa dan gelombang popularitas. Karena, hati dan jiwanya kokoh tertaut pada keyakinan dan kearifan. Dia tak pernah menggunakan massa untuk menutupi segala kekurangan dan kelemahannya. Tak pernah mengatasnamakan kebenaran untuk memenuhi kepentingannya. Mereka berani sepi dalam keramaian dan ramai dalam kesepian.

Advertisements
Cak Tarno

Pecundang dan pengecut selamanya akan selalu berada di balik klaim-klaim kebenaran mayoritas. Hanyut dan larut dalam arus deras kekuasaan dan kekuatan massa karena takut kehilangan popularits dan jabatan. Hidupnya selalu berada di tengah gerombolan dan kerumunan agar kelihatan hebat. Tak mau sendiri dan menyepi, karena takut tidak dilihat dan dikenal. Dalam sepi tak ada sanjungan umat padanya. Senangnya bertabur popularitas dan pujian yang menghanyutkan. Tidak jarang para pengecut tega berkhianat demi mempertahankan semua itu.

Baca Juga:   Fatwa itu Diskursif

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan