duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Robohnya Ketuhanan Kami

179 kali dibaca

Satire Haji Ali Akbar Navis dari era 1950-an itu ternyata masih menampar-nampar hingga kini. Melalui cerita yang melegenda, Robohnya Surau Kami yang terbit pada 1956, ia menyuguhkan perspektif yang menantang bahwa orang yang taat beragama belum tentu bertuhan.

Baca Juga:   SURAT BUAT IBU

Tragedi seorang kakek penjaga surau yang menggorok lehernya sendiri berawal dari cerita yang disebarluaskan Ajo Sidi.

Ajo Sidi, yang mungkin lebih sering terlihat sedang bekerja apa saja ketimbang berada di surau, membawa cerita tentang Haji Soleh entah dari mana asal usulnya. Haji Soleh dalam cerita Ajo Sidi adalah orang yang paling taat, rajin, dan tekun beribadah di kampung itu. Namun, saat “hari keputusan akhir”, Haji Soleh justru dimasukkan ke dalam neraka.

Baca Juga:   Ribuan Santri Tebuireng Juga Dipulangkan

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan