duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Poligami Bukan Ide Islam

Dari sudut pandang sejarah, poligami bukanlah suatu praktik baru bagi masyarakat di Jazirah Arab sebelum datangnya Islam dan lahir dari syariat Islam. Jauh sebelum Islam datang, poligami telah menjadi salah satu bentuk tradisi peradaban Arabia patriakhis, yaitu memposisikan laki-laki sebagai aktor yang menentukan seluruh aspek kehidupan bahkan nasib kaum perempuan  berada dalam genggaman laki-laki sepenuhnya. Seperti yang kita tahu, Islam tidak melahirkan adanya poligami. Islam hanya mengatur dan membatasi ketentuan berpoligami.

Baca Juga:   Ulama dan Santri di Masa New Normal

Syarat poligami menurut syariat Islam hanya boleh dilakukan sebanyak empat kali saja. Artinya, seseorang dibatasi untuk menikahi wanita lebih dari empat orang. Batasan menikahi empat wanita dalam hal berpoligami ini ditegaskan oleh Rasulullah ketika melihat sebagian sahabat telah mengawini 8 sampai 10 wanita.

Advertisements
Cak Tarno

Bagaimana dengan pernikahan yang dilakukan oleh Nabi sendiri?  Berbeda dengan para sahabat. Nabi bisa dan boleh mempersunting empat perempuan atau lebih, karena hal tersebut merupakan  khususiyah Nabi.

Baca Juga:   Berandai-andai Indonesia Menjadi Khilafah

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan