duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Kemanusiaan dan Pluralisme

KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah mengibaratkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai rumah besar yang memiliki banyak kamar. Setiap kamar dihuni oleh pemeluk masing-masing agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Di dalam kamar masing-masing, setiap orang bebas bertindak sesuai dengan aturan internal masing-masing kamar. Namun, ketika keluar dari kamar dan berkumpul di ruang keluarga, semua harus tunduk, patuh, serta taat pada kesepakatan bersama.

Baca Juga:   EKSTASE

Dari pengibaratan tersebut, dapat diambil satu kesimpulan bahwa tata kehidupan Indonesia tidak bisa diubah berdasarkan aturan dari satu kamar saja. Kita bisa menangkap bahwa di dalam “kamar agama” sendiri, kita bebas meyakini dan mengamalkan ajaran agama masing-masing.

Advertisements
Cak Tarno

Namun, ketika berada dalam bingkai ke-Indonesia-an berbhineka mulai dari suku, budaya, dan agama, yang berlaku adalah aturan bersama. Salah satunya kita harus saling menghargai dan mendekatkan persamaan-persamaan yang ada, serta menjujung nilai-nilai kemanusiaan agar dapat terhindar dari ancaman intoleransi, pertikaian, dan kebencian-kebencian yang lainnya.

Baca Juga:   Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Berpulang

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan