PENUNGGANG KERETA MALAM

106 kali dibaca

PENUNGGANG KERETA MALAM

Malam adalah rahim dari segala kehidupan
Saatnya berjamu pada Sang Maha Hidup
Mengurai rahasia cahaya yang tak bakal redup

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Dan lelaki itu harus melintasi malam
Menuju tempat yang jauh, begitu jauh
Dengan tubuh yang rapuh

Kereta itu tiba saat ia merapal doa
Dihela kuda-kuda bersayap cahaya
Terbang lebih cepat dari kedipan mata

Lalu sayap-sayap itu berkepak-kepak
Mengibaskan berjuta butiran cahaya
Menelanjangi gelap malam yang sempurna

Dan lelaki itu mengangkasa
Menembus berlapis-lapis tudung langit
Menuju ketinggian yang tak bermasa

Hilang bentuk
Hilang suluk
Tinggal guguk

Lalu bersimpuh di bawah tudung cahaya
Beralas hamparan rindu yang tak bermasa
Dan menggenggam cahaya sebagai pelita

Lalu sayap-sayap kuda itu berkepak-kepak
Mengibaskan berjuta butiran cahaya
Membelah gelap malam yang menunggunya

Dan kereta itu mengantarkannya
Pada bumi yang dicintainya
Dengan pelita yang tak bakal redup

2021.

AKULAH BUAH ITU

Aku bukanlah buah itu
Buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya

Aku adalah buah itu
Buah yang jatuh jauh dari pohonnya

Jatuh begitu jauh

Saat itu seekor burung malam mengintai
Terbang dari pohon ke pohon
Dan akulah buah yang ditemukannya

Akulah buah itu
Yang dibawanya terbang mengangkasa
Di bawah cengkeraman kuku-kukunya
Di bawah ancaman patukannya

Akulah buah itu
Yang jatuh menggelinding
Melintasi gelapnya malam
Dari sisa remah burung malam

Dan kelak aku mengecambah
Mencoba tumbuh
Pada tanah-tanah yang jauh
Jauh dari pohon asalnya

2021.

Tinggalkan Balasan