duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Nyai Seppo

Nyi Seppo, Sang Pendidik Perempuan Madura (Mengenal Nyai Siti Maryam)

HAMPIR SETIAP hari, selalu ada saja tamu yang berkunjung ke ndalem. Ada yang hanya ingin silaturahmi dengan Mbah Nyai Siti Maryam atau lebih dikenal sebagai Nyi Seppo, yang artinya adalah Nyai Sepuh (sepeninggal almarhum Mbah Kiai Ahmad Jazuli, suaminya, tinggal Mbah Nyai satu-satunya sesepuh di Pondok). Ada yang minta doa, ada yang meminta nasihat, ada yang mengantarkan santri mondok. Ada pula yang memamitkan santri. Mbah Nyai selalu menerima semua tamu itu dengan gembira, betapa pun banyaknya yang berkunjung, betapa pun letihnya beliau, semua ditemui dengan wajah tersenyum dan keramahan yang tiada duanya. “Kaule sanausa gerre manabi bede tamoy pas sehat rassana. Kaule cek sennenga manggiin tamuy,” begitu tutur Mbah Nyai dalam Bahasa Madura, yang kurang lebih berarti: “Bahkan ketika saya sedang sakit, bila ada tamu rasanya saya langsung sembuh. Saya senang sekali menemani tamu.”

Baca Juga:   Kiai Sohibul Kahfi: Kematian itu Istirahat…

Mbah Nyai memang tidak pernah menolak siapa saja yang datang bertamu. Semua tamu yang selalu ditemui dan dihormati, betapa pun lelahnya atau betapa pun sibuknya. Beliau juga tidak pernah membeda-bedakan siapa tamu yang datang. Tamu jauh, tamu dekat, kaya, miskin, laki-laki, perempuan, tua, muda, semuanya diterima dengan keramahan yang sama.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Santri itu Bernama Sonhaji

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan